Enam Cara Melatih Mengelola Keuangan Sejak Dini

Agregasi Cermati.com, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2016 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 11 196 1385684 enam-cara-melatih-mengelola-keuangan-sejak-dini-viKFilfrlX.jpg ilustrasi (foto: Okezone)

JAKARTA - Gagal dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan bisa menimbulkan masalah yang cukup runyam. Bukan hanya bagi pasangan suami istri, namun bagi diri sendiri pun bisa jadi masalah besar ketika tidak sanggup mengelola uang dan diri secara baik.

Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita mulai berlatih untuk mengendalikan diri kita supaya bisa mengatur keuangan paling tidak untuk kebutuhan diri sendiri lebih dahulu. Bahkan, Anda yang belum memiliki pekerjaan dan pendapatan tetap pun harus mampu mengelola keuangan pribadi.

Jangan sampai ketidakmampuan mengelola uang ini menjadikan Anda sampai harus memiliki utang. Syukur bila Anda sudah memperhitungkan semuanya dan sudah memiliki pendapatan tetap yang bisa diharapkan, bagaimana bila kehidupan sehari-hari pun masih bergantung pada orang tua?

Untuk membantu Anda dalam berlatih mengelola keuangan secara cerdas, kami menyediakan ulasan dari beberapa poin menarik yang bisa Anda terapkan sebagai panduan latihan mengelola uang. Cara-cara ini cukup mudah namun handal sehingga Anda tidak perlu ragu selama proses dan praktiknya juga menggunakan kedisiplinan diri.

Kenali Diri Anda Secara Mendalam

Langkah pertama terbilang cukup mudah. Anda hanya perlu mengenal dan memahami diri Anda dengan baik. Tentu saja hal ini berhubungan dengan pengelolaan keuangan pribadi. Hanya diri Anda yang tahu apa yang menjadi kebutuhan Anda dalam studi, bekerja, kehidupan sosial, dan kebutuhan lain.

Apa yang dirasa menjadi kebutuhan terpenting Anda saat ini bisa jadi bukan sebuah barang yang harus dimiliki jika dilihat dari sudut pandang orang lain. Kita tidak bisa menyamakan kebutuhan antara satu orang dengan orang lainnya. Maka dari itu, ketahui lebih dahulu pribadi dan kebutuhan Anda. Maka Anda akan bisa menentukan mana yang menjadi prioritas untuk dipenuhi lebih dulu.

Jangan Malas Membuat Pembukuan Keuangan Pribadi

Meskipun sepertinya sepele, bukan berarti Anda tidak perlu membuat pembukuan. Mulailah mencatat pemasukan dan pengeluaran yang Anda lakukan sehari-hari, termasuk ketika Anda memiliki utang atau rekan Anda yang meminjam uang.

Catat semua kejadian yang mengharuskan Anda mengeluarkan atau mendapatkan uang. Hal ini akan mempermudah Anda menelusuri rekam jejak keuangan Anda tanpa harus membebani pikiran.

Sisihkan Uang Kecil

Uang yang bernominal kecil kerap kita remehkan. Ubahlah kebiasaan ini dengan mulai mengumpulkan uang dengan nominal kecil pada suatu tempat tertentu. Memang rasanya agak mengganggu membawa uang dengan nominal yang tak seberapa namun bukan berarti uang seperti ini tidak memiliki manfaat. Anda bisa mulai membiasakan diri untuk menabung uang yang memiliki nominal kecil, misal Rp1.000 atau Rp500.

Manfaatnya baru akan terasa dalam jangka panjang. Bukan tidak mungkin uang yang Anda kumpulkan ini berguna untuk menyelamatkan Anda dari jeratan tanggal tua.

Gunakan Deposito

Ingatlah bahwa kehidupan Anda di masa depan juga membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan bertahan hidup. Daripada sekadar menyimpan uang di tabungan yang mendapat suku bunga sedikit, cobalah untuk membuka akun deposito.

Deposito atau tabungan berjangka ini memberikan Anda fasilitas suku bunga lebih tinggi dengan syarat uang tidak bisa ditarik tunai dalam jangka waktu tertentu. Ketika Anda mengingkari kesepakatan, Anda akan terkena penalti. Hal ini akan mendorong dan memotivasi Anda untuk tidak mengambil uang tabungan yang sudah Anda simpan.

Seni dalam Menyimpan Uang

Secara psikologis, kita cenderung ingin membelanjakan uang ketika jumlahnya sudah cukup banyak. Maka dari itu, gunakan dompet yang berbeda-beda untuk kepentingan tertentu. Ketika Anda sudah menerima gaji, langsung pisahkan uang yang digunakan untuk menabung, kebutuhan bulanan, dan uang pribadi yang bisa Anda gunakan untuk bersenang-senang.

Dengan pemisahan ini, Anda juga akan mampu melihat dana mana yang cepat habis. Apakah penyebabnya memang harga barang sudah naik atau Anda yang bersikap boros.

Jika kita perhatikan, poin-poin di atas terbilang cukup mudah dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kita sama sekali tidak dituntut untuk melakukan kebiasaan yang sangat berbeda dengan keseharian kita.

Hanya saja, keberhasilan tips ini pada setiap orang bisa saja berbeda karena kemampuan dan kemauan masing-masing individu untuk bisa mengatur keuangan mereka. Temukan motivasi yang tepat bagi diri Anda sehingga tips ini akan bisa dilakukan dengan ringan hati.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini