Workshop Madu Hutan Ada Disini

Dina Prihatini, Jurnalis · Senin 16 Mei 2016 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 16 298 1389819 workshop-madu-hutan-ada-disini-kZPPUpCoTl.jpg Workshop madu hutan ada disini (Foto: Okezone)

SEBAGAI sub-sentra madu hutan di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalbar, Rumah Workshop Madu Hutan akhirnya diresmikan.

Rumah workshop ini dikelola Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) di Semangit, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau.

Dibangun sebagai sumber informasi pengolahan dan tahap awal pengolahan madu hutan organik dalam kemasan di Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya di Danau Sentarum.

Bupati Kapuas Hulu, H.M. Nasir yang meresmikan Rumah Workshop Madu Hutan tersebut mengatakan pengembangan budidaya madu hutan ini, diharapkan bisa memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah, sudah lama memikirkan bagaimana caranya memasarkan dan mengemas produk madu hutan dengan baik sehingga menjadi andalan Kapuas Hulu,” ungkapnya kepada Okezone, Senin (16/05/2016).

Kepala Balai Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS), Arief Mahmud mengatakan, meski saat ini dua taman nasional yaitu TN Danau Sentarum (TNDS) dan TN Betung Kerihun (TNBK) dilebur menjadi satu, namun pihaknya tetap akan melanjutkan komitmen dalam rangka melestarikan TNDS bersama masyarakat yang tinggal di dalam kawasan.

Pada tahun 2014, Balai TNDS bersama Aliansi Organis Indonesia (AOI) dan Tropical Forest Conservation Act (TFCA Kalimantan) menggagas untuk membangun rumah workshop madu yang berfungsi sebagai pusat informasi mengenai pengelolaan madu hutan di Danau Sentarum.

“Potensi lebah madu yang ada di TNDS sangat luar biasa, APDS bersama sub-sentra yang lain, telah melakukan upaya dalam membudidayakan lebah madu, sehingga sangat wajar jika kita mendorong agar budidaya madu hutan semakin hari menjadi semakin baik. Kita bersama masyarakat, memberdayakan potensi yang ada, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat atas keberadaan TNDS,” jelasnya.

Sementara Presiden APDS, Basriwadi mengatakan dengan adanya rumah workshop diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan pengembangan madu hutan kedepannya.

Pembangunan rumah workshop tersebut, tak terlepas dari dukungan Taman Nasional yang dituangkan dalam nota kesepahaman sebagai bentuk kerjasama.

Menurutnya pembangunan fisik rumah workshop tersebut, dibangun oleh pihak taman nasional, sedangkan isi di dalamnya difasilitasi TFCA Kalimantan.

Selain itu, bangunan workshop juga dilengkapi dengan panel surya dengan kapasitas daya 3.500 watt yang berfungsi sebagai sumber energi yang digunakan dalam proses pengolahan madu hutan.

Peran Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, dan Badan Pengelolaan DAS Kapuas sangat penting dalam pengembangan kelembagaan sub-sentra maupun sentra madu hutan di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Dengan adanya rumah workhsop ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam pengembangan madu hutan, yang merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat di kawasan danau selain pengelolaan sumber daya dari sektor perikanan,” pungkasnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini