nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curug Penisihan, Pesona Air Terjun Tersembunyi

Agregasi Kedaulatan Rakyat, Jurnalis · Minggu 22 Mei 2016 16:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 22 406 1394933 curug-penisihan-pesona-air-terjun-tersembunyi-6YGsJVe8h0.jpg Curug penisihan di Purbalilngga (foto: krjogja)

YOGYA – Patahan aliran sungai Klawing di Desa Palumbungan membentuk sebuah curug (air terjun) setinggi 12 meter. Ribuan meter kubik air menghujam vertikal dan membentuk semacam embun. Sementara dibawahnya, terbentuk kolam dengan air berwarna putih kemilau.

Warga Palumbungan Kecamatan Bobotsari menyebutnya Curug Penisihan. Curug itu pertama kali dieksplorasi pada 2005 oleh Komunitas Kayak Tirtaseta, sebuah kelompok penggiat kegiatan kayak arus deras.

Sejumlah kayaker, termasuk Andraz Krpyc asal Slovenia, sempat melakukan extreme kayaking, yakni terjun di curug itu dengan kayaknya. Pemberitaan di media massa mengenai aksi kayaker itu membuat Curug itu semakin terkenal dan menarik perhatian wisatawan.

Tapi, Curug Penisihan bukan satu-satunya air terjun yang ada di Purbalingga. Ratusan curug lainnya tersebar di sungai-sungai di Purbalingga, dengan pesonanya masing-masing. Indah dan tentunya membuat hati menjadi sejuk.

"Dari yang debit airnya kecil hingga yang besar. Dari ketinggiannya dua meter hingga puluhan meter.Semuanya ada di Purbalingga," tutur Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno MSi saat mengunjungi sejumlah curug di wilayah Desa Tlahab Kidul dan Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja.

Itu sebabnya, Purbalingga mendapat sebutan Sewu Curug atau Seribu Curug. Daya tarik wisata terselubung itu memberikan keindahan yang mempesona bagi wisatawan.

Beberapa curug sudah dikelola dengan baik oleh pelaku wisata yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Akses jalan menuju curug yang kebanyakan jalan setapak yang sudah dibuat rapi dan aman untuk pengunjung. Hanya saja, masih banyak curug-curug lain yang belum dikelola oleh pihak desa atau warga masyarakat setempat.

“Kami terus mendorong sejumlah desa dan kelompok masyarakat untuk mengelola curug itu sebagai daya tarik wisata yang tentunya bisa memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat. Seperti di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, ada tiga curug yang potensial untuk dikelola masyarakat setempat. Pengelolaan itu tentunya, tetap mempertahankan kelestarian fungsi lingkungan,” ujar.

Prayitno menyebut, keindahan curug yang masih terselubung dan belum banyak dikunjungi wisatawan. Seperti di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari. Disana terdapat curug Tempuran yang airnya bersumber dari tempuran Kali Lutung dan Kali Lembarang. Ada juga curug Pengantin yang bertingkat dengan ketinggian 40 meter, dan curug Sawangan yang masih tertutup batu besar. Selain ketiga curug itu, masih ada tujuh curug lain yang kecil-kecil.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini