nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perbanyak Wisatawan Korea, Ini Strategi Kemenpar

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2016 08:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 24 406 1396190 perbanyak-wisatawan-korea-ini-strategi-kemenpar-kW8217FV6M.jpg Strategi Kemenpar perkuat wisatawan Korea (Foto: Rima Wahyuningsih)

Kementrian Pariwisata kembali menggaet sederet agen travel asing untuk memperkenalkan keindahan alam Indonesia.

Kali ini mereka memilih Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi wisata yang akan 'dijual' ke Korea Selatan.

Sebanyak 16 peserta familiarization trip (fam trip) agen travel asal Negeri Ginseng diboyong menjelajahi sederet lokasi wisata sejak 20-24 Mei 2016. Kedatangan mereka untuk dikenalkan kepada industri lokal untuk saling bertukar paket wisata.

"Peserta famtrip, kita kan mengundang sales-sales lokal juga sebagai pelaku wisata yang ada di lombok. Kita undang mereka. Tujuannya supaya antar mereka saling kenal, kan masing-masing pada ngejual paket, dengan kesempatan itu peserta famtrip yang tidak tahu jadi tahu," ujar perwakilan dari Kemenpar Lilis Fauziah mengatakan kepada Okezone.

Selama beberapa hari di Lombok, mereka dibawa ke lokasi wisata seperti Gili Trawangan, Desa Sade, Gili Sudak, Gili Kedis, Gili Nanggu dan lain-lain. Mereka diperkenalkan mulai dari wisata budaya dan alamnya.

Pada tahun 2016, Kemenpar memiliki target untuk bisa memboyong 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Korea salah satu target pasar yang dituju, setelah Tiongkok, Australia, dan Jepang dengan jumlah 400.000 orang wisatawan untuk bisa menikmati keindahan Lombok dan sekitarnya.

Selain wisata alam, Kemenpar juga menyiapkan destinasi halal untuk Lombok yang dikenal dengan Kota 1000 Masjid.

Hal itu dilihat berpotensi lewat prestasi yang ditorehkan melalui penghargaan yaitu World's Best Halal Tourism dan World's Best Halal Honeymoon Destination.

Terkait hal tersebut, Lilis menambahkan bahwa Kemenpar harus menyesuaikan selera pasar target terlebih dahulu sebelum mereka mengajak para tamu dari mancanegara. Misalnya, Korea yang menyukai wisata petualang dan keindahan alam.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini