nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sate Kere, Awalnya Sate Orang Miskin Kini Dinikmati Hingga Pejabat

Santi Andriani-Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2016 11:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 05 27 298 1399156 sate-kere-awalnya-sate-orang-miskin-kini-dinikmati-hingga-pejabat-urYHwfzcLp.jpg Sate kere Yu Rebi (Foto:Bramantyo)

BERKUNJUNG ke Kota Solo jangan lupa menyantap sate kere, selain dari nasi liwet, tongseng atau makanan kekinian martabak kota barat (markobar) yang belakangan sedang hits di kalangan anak muda.

Berbeda dengan sate ayam atau bahkan sate kambing, jelas sate kere memiliki kelezatannya sendiri. Namun lebih dari itu, seporsi sate kere memberi Anda cerita lebih banyak tentang keberadaan sate yang menjadi favorit keluarga Presiden Joko Widodo itu.

Dari namanya sendiri, sate kere, jika Anda kebetulan orang Jawa, tentu sudah bisa menebak, jika ini memiliki arti sate miskin. Tapi apa yang melatari hingga makanan ini diberi nama sate kere?

(Ilustrasi sate kere/Grivy)

Sate kere adalah tempe yang direndam dalam bumbu bacem kemudian ditusukkan pada lidi atau sebilah kayu. Layaknya sate pada umumnya, sate kere pun dibakar di atas bara api dan dinikmati bersama guyuran sambal kacang manis pedas. Makanan ini lahir dari kreatifitas masyarakat miskin di Kota Solo pada zaman dulu untuk menciptakan makanan lezat versi mereka.

Lahirnya sate kere dikarenakan tentu saja daging dianggap makanan mewah. Orang kere atau miskin tak sanggup membeli daging karena harganya yang mahal.

"Dulunya sate daging dianggap makanan mewah yang hanya disantap kalangan menengah ke atas. Akhirnya masyarakat miskin atau 'kere' membuat versi sate lain dengan menggunakan tempe atau jeroan," papar Dito, salah satu pekerja dari gerai sate kere Yu Rebi di Solo.

Warung Yu Rebi yang membuka cabang di Gladak Langen Bogan (Galabo) bisa dikatakan warung sate kere yang legendaris. Yu Rebi membuka usahanya sate kere sudah sejak 1986 di Jalan Kebangkitan Nasional.

Bahkan, lanjut Dito, tempe pun saat itu sudah termasuk makanan yang spesial. Masyarakat miskin saat itu bahkan membuat sate kere dari ampas sisa pembuatan tempe. Namun seiring waktu mereka bisa menyuguhkan sate kere dari tempenya, buka sekadar ampas sisanya.

Kini sate kere bukan lagi hanya milik masyarakat kere. Karena sate kere pun menjadi salah satu kuliner yang diburu ketika bertandang ke Kota Solo, Jawa Tengah. Tidak hanya para wisatawan tapi juga para pejabat. Dito mengungkapkan, Presiden Jokowi pernah mengajak Megawati Soekarno Puteri untuk mencicipi makanan kesukaannya itu.

Soal harga, jangan khawatir. Karena satu porsinya yang berisi 10 tusuk hanya dibanderol sekira Rp10 ribu. Pilihan menyantapnya, bisa dengan nasi atau lontong. Sensasinya tak kalah seperti ketika Anda menyantap sate ayam.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini