nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Migrain, Wanita Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 03 Juni 2016 14:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 06 03 481 1405334 sering-migrain-wanita-berisiko-terkena-penyakit-jantung-T083HGdkYf.jpg Sering migrain, wanita risiko tinggi penyakit jantung (Foto: Ladycarehealth)

WANITA yang sering menderita migrain ditemukan lebih berisiko mengembangkan masalah jantung, sebuah studi baru menunjukkan. Risiko tersebut meliputi serangan jantung dan angina (nyeri dada) yang memerlukan penanganan seperti bypass grafting arteri koroner.

Lebih mengkhawatirkan lagi, temuan yang dipublikasikan akhir Mei lalu di jurnal BMJ menunjukkan bahwa migrain yang sering dialami wanita juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian karena jantung daripada wanita yang jarang mengeluhkan migrain, para peneliti menemukan.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Institute of Public Health di Jerman dan Harvard T H Chan School of Public Health di AS menggunakan data lebih dari 115.000 perempuan berusia antara 25-42 tahun, yang tidak menderita penyakit kardiovaskular.

Berdasarkan analisis, ditemukan 17.531 (15,2 persen) perempuan didiagnosis menderita migrain pada awalnya. Setelah lebih dari 20 tahun penelitian, ditemukan 1.329 total kejadian penyakit kardiovaskular dan 223 perempuan meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Migrain memang hanya faktor risiko kecil yang ditemukan dapat memicu risiko kardiovaskular dibandingkan dengan faktor risiko lain yang diketahui yang memiliki pengaruh lebih besar, sebut saja penyakit jantung, merokok, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi, kata Burch.

“Penjelasan yang paling mungkin adalah migrain dan penyakit kardiovaskular punya kesamaan dalam mekanisme yang mendasari. Mungkin ada sesuatu di pembuluh darah mereka yang migrain, yang menyebabkan perubahan perilaku daripada mereka yang tidak,” jalas Burch, dikutip dari Livescience, Jumat (3/6/2016).

Untuk itu, wanita dengan migrain diminta untuk terus mengobati kondisi mereka dengan terapi yang ada dan menyadari langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke mereka secara keseluruhan, seperti tidak merokok, mengurangi tekanan darah tinggi, dan menurunkan kolesterol.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini