nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkes Cek Kesehatan Sopir Bus Jelang Mudik

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2016 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 06 08 481 1409470 kemenkes-cek-kesehatan-sopir-bus-jelang-mudik-V6qw6sDKOs.jpg Ilustrasi (Okezone)

MESKI lebaran akan datang sebulan lagi setelah bulan puasa saat ini, peningkatan jumlah pemudik harus diantisipasi lebih dini untuk menurunkan risiko kecelakaan transportasi lalu lintas. Antisipasi ini utamanya dilakukan untuk para pengemudi.

"Pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi penting untuk mengurangi faktor risiko kecelakaan di jalan raya pada saat mudik lebaran," tutur Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, dr Bambang Wibowo SpOG (K), MARS, pada pembukaan Pertemuan Sosialisasi Kesehatan untuk Mencegah Faktor Risiko Kecelakaan Saat Mudik Lebaran 2016/1437 H di Kantor Kemenkes RI, Jakarta (8/6/2016).

Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2004 tentang Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu menyatakan Kementerian Kesehatan berfungsi meningkatan petayanan kesehatan pada fasiltas kesehatan yang ada pada tempat-tempat yang diperlukan pada jalur angkutan lebaran, yang mana salah satu pelayanan kesehatan yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan pengemudi.

Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pada pengemudi yang memakan jarak tempuh cukup lama, setidaknya lebih dan 4 jam atau mempunyai rute yang padat dan sering, seperti pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Pemeriksaan kesehatan diberlakukan juga bagi pengemudi pengganti dalam satu armada.

"Faktor pengemudi berperan pentng dalam hal keselamatan penumpang," kata dr Bambang. Kegiatan deteksi dini faktor risko cedera akibat Kecelakaan Lalu Lintas Darat (KLLD) yang diakukan berupa pemeriksaan tekanan darah alkohol dalam darah melalui pernafasan, kadar amphetamine di urin dan kadar gula darah sewaktu.

Selain itu, perlu diakukan sosialisasi kesehatan khususnya untuk manajemen PO bus dan pengemudinya untuk selalu menanamkan perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) upaya pencegahan faktor risiko kecelakaan di jalan raya khususnya dalam menghadapi arus mudik lebaran.

Kementenan Kesehatan juga mendukung kegiatan Dekade Aksi Keselamatan Jalan dengan target global (2020) menurunkan 50 persen fatalitas korban dengan cedera berat dengan melakukan kegiatan empat deteksi dini tersebut pada pengemudi angkutan umum sebagai salah satu upaya promotif dan preventf dalam menururkan angka mortiditas dan mortalitas dan kecelakaan lalu lintas darat.

Kejadian kecelakaan lalu Intas darat termasuk yang mendominasi di antara jenis kecelakaan yang lain dengan proporsi sekitar 25 persen, menurut WHO padan2004. Kejadian kecelakaan lalu lintas darat cenderung meningkat dalam jumlah maupun jenisnya dengan perkiraan angka kematian dan 5,1 juta pada tahun 1990 dan diperkirakan menjadi 8,4 juta pada tahun 2020 atau meningkat sebanyak 65 persen Data Riskesdas (2007 menyebutkan bahwa prevalensi kecelakaan transportasi darat mencapai 259 persen dan seluruh penyebab cedera lainnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini