Anak Demam Berhari-hari, Bisa Jadi Kawasaki

Agregasi Pikiran Rakyat, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2016 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 21 481 1421105 anak-demam-berhari-hari-bisa-jadi-kawasaki-KgHHztPcPP.jpg Kaki dan tangan membengkak dilanjutkan terkelupas kulit dari kuku (foto: PR Online)

BANDUNG – Demam berkepanjangan, tetapi bukanlah demam berdarah. Muncul ruam pada kulit, tapi bukanlah campak. Telapak tangan kemerahan, tapi bukanlah flu singapura (HFMD). Kelenjar getah bening membesar, tapi bukanlah gondok. Mari kita kenali kawasaki, penyakit yang menunjukkan seluruh gejala di atas sekaligus.

Tiga hari demam tinggi melanda anak, orang tua biasanya langsung membawanya ke rumah sakit. Anak itu bisa saja terjangkit berbagai kemungkinan penyakit sehingga membutuhkan kejelasan segera.

Begitu pun yang dialami Irina Siregar (40). Malam pertama anaknya yang berusia 5 tahun menderita demam mencapai 38,5 derajat Celsius. Ia hanya menduga anaknya akan terkena flu, tetapi ternyata demam bertahan sampai tiga hari sehingga ia harus membawa anaknya ke rumah sakit.

Berbagai tes laboratorium pun dijalani karena banyak kemungkinan yang membutuhkan kepastian. Dokter jaga di IGD menduga anaknya terjangkit HFMD karena ada sariawan dan tes darah untuk tifus dan DB menunjukkan hasil negatif.

”Malamnya ruam mulai terlihat di punggung, paha, dan lengan. Telapak tangan sudah merata memerah. Mata juga mulai merah dan nafsu makan hampir tidak ada. Kalau digendong, dia bilang badannya sakit,” katanya.

Hari keempat, ia menambahkan, bibir sang anak mulai kering pecah-pecah. Demam pun masih tinggi meski sudah diberikan paracetamol. Hari kelima, ia memutuskan untuk kembali ke RS saat demam anaknya sudah mencapai 40,2 derajat Celsius.

Di situlah dokter menyatakan anaknya terkena penyakit kawasaki sehingga langsung dirawat inap untuk menjalani pengobatan. Satu penyakit yang baru didengarnya dan tidak pernah membayangkan bisa hinggap di anaknya.

Gejala awal kawasaki memang bisa menimbulkan dugaan ke berbagai penyakit lain. Misalnya, demam dan nyeri sendi yang memang menjadi gejala umum. Namun, ada gejala spesifik yang bisa menyadarkan kita sehingga sang anak bisa ditangani segera.

Menurut Rahmat Budi Kuswiyanto, dokter spesialis anak, ada beberapa gejala spesifik yang berbeda dengan yang lain yang harus terlihat. Pertama adalah demam lebih dari lima hari yang terus-menerus tinggi tanpa sempat turun.

Kedua, mata memerah, tapi tidak ada belek.

Ketiga, perubahan pada area mulut dan bibir yaitu bibir kemerahan dan pecah-pecah. Bibir pun bisa saja berdarah karena pecah-pecah tersebut. Sementara, lidah memerah yang disebutnya lidah stroberi, tapi umumnya tidak ada sariawan.

Gejala keempat, ada ruam di kulit yang umumnya berukuran besar di seluruh tubuh.

Lalu, kelima, kaki dan tangan membengkak. Pada fase awal, telapak tangan pun kemerahan sementara fase selanjutnya akan terjadi pengelupasan kulit yang dimulai dari kuku. Kemudian, gejala keenam, ada pembesaran kelenjar getah bening.

”Gejala itu semua harus ada meski datangnya bisa bersamaan, bisa juga tidak. Gejala itu tampak pada 10 hari pertama,” kata Rahmat saat ditemui wartawan PR di ruang praktiknya di RS Advent, Jalan Cihampelas Nomor 161 Kota Bandung.

Ia mengatakan, kawasaki merupakan penyakit anak-anak yang kebanyakan terjadi pada anak usia 1-5 tahun. Dulu, penyakit itu memang sering ”dipertukarkan” dengan penyakit lain karena belum diketahui keberadaannya.

Penyebabnya pun, kata Rahmat, belum diketahui secara pasti. Kawasaki diduga berkaitan dengan infeksi virus namun ada pula faktor sistem kekebalan tubuh sang pasien. ”Jadi, hanya yang ntan yang kena karena sistem imunnya berbeda. Sampai sekarang belum dipastikan, baru hipotesis sementara,” tuturnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini