Orang Berpendidikan Tinggi Rentan Tumor Otak

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2016 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 22 481 1422209 orang-berpendidikan-tinggi-rentan-tumor-otak-EYwH0N4qlu.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

TERLALU banyak mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi sampai tingkat paling lanjut ditemukan dapat membuat seseorang berisiko tinggi alami tumor otak, kata para ahli dari University College London.

Jenis tumor otak paling umum yang disebut glioma, didiagnosis pada 7.100 perempuan dan 5.700 laki-laki dari 4,3 juta orang di Swedia yang lahir antara tahun 1911 dan 1961. Selama 17 tahun sampai 2010, peneliti meneliti faktor gaya hidup termasuk tingkat pendidikan, jumlah pendapatan, dan status perkawinan.

Pria dengan pendidikan tingkat universitas, yang berlangsung lebih dari tiga tahun, yang 19 persen lebih mungkin untuk mengembangkan glioma dibandingkan pria yang hanya memiliki hingga sembilan tahun wajib belajar, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat.

Di antara perempuan yang berpendidikan, risiko tumor otak 23 persen lebih tinggi dan 16 persen lebih tinggi untuk meningioma, yaitu tumor yang dimulai di jaringan yang menutupi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang.

Para peneliti sendiri mengaku belum menemukan alasan biologis yang tepat untuk menjelaskan penemuan tersebut. Tapi, kesadaran orang-orang berpendidikan untuk memeriksakan diri lebih dini ke dokter ketika merasakan gejala membuat penyakit lebih cepat didiagnosis.

Mereka juga menemukan bahwa pria dan wanita yang memiliki jabatan profesional dan manajerial lebih mungkin didiagnosis dengan tumor otak dibandingkan dengan mereka yang tidak. Dan pria dengan tingkat pendapatan tertinggi 14 persen lebih mungkin didiagnosis tumor.

Sementara itu, pria lajang memiliki risiko glioma lebih rendah dibandingkan mereka yang menikah. Tetapi mereka memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita meningioma. Asosiasi tersebut tidak ditemukan di kalangan wanita.

“Studi ini menemukan hubungan yang konsisten antara indikator posisi sosial ekonomi yang lebih tinggi dan peningkatan risiko glioma pada kedua jenis kelamin,” simpul para penulis, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (22/6/2016).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini