nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deretan Makanan Khas Banten yang Wajib Dicicipi

Agregasi Kedaulatan Rakyat, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2016 17:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 06 23 298 1423534 deretan-makanan-khas-banten-yang-wajib-dicicipi-958H1vGaOl.jpg Kue cucur (foto: ilustrasi)

JAKARTA – Sebagai negara yang terdiri dari begitu banyak suku berbeda, membuat Indonesia juga memiliki farian kuliner yang sangat kaya. Tak salah bila Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadikan kuliner sebagai salah satu kekuatan untuk mempromosikan Indonesia.

"Jenis makanan kita seabrek jumlahnya. Tinggal mengemas menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value. Saat libur Lebaran, pasti semua keluarga memberikan hidangan pada tamunya, nah, ini momentum menikmati keunggulan kuliner kue saat Lebaran," tutur Arief Yahya.

Menurut Menpar banyaknya restoran Indonesia yang berdiri di berbagai negara di dunia juga adalah bukti bahwa kuliner Indonesia mampu untuk bersaing di pasar global. Karena itu, sangat disayangkan sebagai anak bangsa tak mau mengenal makanan khas dari daerah. "Sampai kerupuk udang pun sudah 20 juta bungkus yang tahun ini beredar di Tiongkok," jelas Arief Yahya.

Kemenpar merekomendasikan 6 makanan khas daerah Banten yang wajib dicicipi. Jumlahnya sangat beragam dan tak sebatas hanya tahu gejrot saja. "Sangat daerah sekali, tetapi enak rasanya kue-kue dan makanan Banten ini,” jelasnya.

1. Kue Cucur

Kue cucur ini merupakan makanan khas dari Sareweh yang terletak di kabupaten Lebak Provinsi Banten. Orang Sareweh biasa menyebutnya Cuhcur. Namun di Serang, Banten disebut Kue Cucur.

Kue yang terbuat dari bahan dasar gula merah dan tepung beras ini biasa disajikan untuk acara-acara pernikahan, acara keluarga, bahkan menjadi camilan sehari-hari. Kue ini sekilas memang menyerupai serabi. Meskipun sama-sama disajikan dengan alas daun pisang dan berbentuk bulat, namun kue cucur sedikit berbeda.

2. Pasung Merah

Kue Pasung terbuat dari tepung beras, hanya saja kue ini terdiri dari dua adonan. Yang pertama ada campuran tepung beras dan gula aren/merah. Kemudian adonan kedua adalah tepung sagu dan santan untuk membuatnya jadi kenyal. Biasanya di dalam adonannya selain tepung beras, gula aren/merah, tepung sagu dan santan yang diuleni. Ditambahkan juga potongan kelapa atau nangka sehinga kue-nya lebih bertekstur dan wangi. Yang unik dari kue ini adalah bentuknya yang menyerupai corong.

3. Balok Menes

Kue Balok adalah sejenis makanan yang terbuat dari singkong, berbentuk segi empat dan berwarna putih. Teksturnya lembek dan kenyal bila sudah berada di mulut. Yang unik dan khas dari makanan ini adalah penambahan dua bumbu yaitu bawang goreng yang dicampur sejenis minyak, diolesi tepat diatas potongan balok ini, tak lupa ditambah serundeng diatasnya.

4. Rabeg Banten

Makanan khas Banten satu ini hampir dapat ditemui di berbagai daerah dan tempat di Banten. Rabeg adalah daging dan jeroan kambing yang diolah dengan bumbu-bumbu penyedap yang terdiri dari lengkuas, lada, kayu manis, jahe dan penyedap alami lainnya sehingga mencipatakan rasa manis dan gurih sekaligus pedas.

5. Nasi Sum-sum

Nasi Sum-sum merupakan nasi yang dicampur dengan sum-sum tulang kerbau yang dimasak dengan cara dibakar. Nasi dan bumbu sum-sum tulang kerbau dimasak secara terpisah, lalu dicampurkan dengan cara menggorengnya.

Setelah digoreng, campuran nasi dan sum-sum lalu dibungkus daun pisang untuk kemudian dibakar.

6. Ketan Bintul

Ketan Bintul merupakan salah satu dari sekian banyak kudapan asal Banten yang paling dikenal dan disukai warga masyarakat Banten. Konon katanya kudapan yang satu ini sangat digemari Sultan Banten pada saat itu, termasuk Sultan Hasanuddin.

Makanan ini sangat baik disajikan ketika akan beraktifitas karena makanan ini mengandung banyak karbohidrat sebagai asupan energi.

Cara pembuatan ketan bintul tidak ubahnya seperti membuat uli atau gemblong yaitu dengan cara beras ketan kita kukus lalu ditumbuk hingga halus dan kenyal. Setelah itu makanan disajikan dengan mencampurkannya dengan surundeng.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini