Minuman Ini Cocok untuk Menurunkan Berat Badan Usai Lebaran

Agregasi Pikiran Rakyat, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2016 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 06 481 1433327 minuman-ini-cocok-untuk-menurunkan-berat-badan-usai-lebaran-eQ591hJRtF.jpg Pikiran Rakyat

Setelah 30 hari berpuasa, kita akan menemukan berbagai hidangan lezat saat lebaran. Opor, rendang, ketupat, dan berbagai kue tersaji lezat di meja makan. Tak heran, saat menimbang badan, kita akan kaget karena pertambahan angka yang tidak diduga-duga.

Jangan khawatir, setelah momentum lebaran berakhir, kita bisa memulai program diet. Minuman yang dikonsumsi saat diet tidak melulu yang tak enak. Studi menunjukkan, hasrat untuk mengonsumsi makan berkalori tinggi dapat dihentikan dengan meminum susu kocok (milkshake).

Molekul yang diproduksi oleh bakteri dalam usus dari susu kocok dapat mengurangi keinginan untuk mengkonsumsi makanan berkalori tinggi seperti cokelat, kue dan pizza.

Para ilmuwan dari Imperial College London dan University of Glasgow meminta 20 relawan untuk mengonsumsi milkshake yang mengandung serat pangan inulin.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bakteri dalam usus melepaskan senyawa yang disebut propionate. Ketika mereka mencerna inulin serat, senyawa tersebut mengirim sinyal ke otak untuk mengurangi nafsu makan. Daerah-daerah ini, yang disebut caudate dan nucleus accumbens, ditemukan di pusat otak.

Para relawan juga harus menilai apa yang membuat mereka tertarik pada makanan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan ketika mereka minum milkshake dengan inulin-propionat ester, otak mereka menganggap makanan berkalori tinggi seperti kurang menarik.

Dalam studi bagian kedua yang diterbitkan edisi Juli dalam American Journal of Clinical Nutrition, para relawan diberi semangkuk pasta dengan saus tomat, dan diminta untuk makan sebanyak yang mereka suka.

Ketika peserta minum milkshake serat pangan inulin ini, mereka makan pasta 10 persen lebih sedikit dari pada ketika mereka minum milkshake yang mengandung inulin saja.

Dalam sebuah studi penelitian sebelumnya oleh tim yang sama, diterbitkan pada 2013, mereka menemukan bahwa relawan yang kelebihan berat badan namunmenambahkan inulin-propionat ester suplemen untuk makanan mereka setiap hari, berat badannya hanya naik kurang lebih setelah enam bulan dibandingkan dengan relawan yang ditambahkan hanya inulin saja, mereka lebih cepat bertambah berat badannya.

"Temuan kami sebelumnya menunjukkan bahwa orang yang makan bahan ini berat badannya berkurang. Penelitian ini menjawab teka-teki dan menunjukkan bahwa suplemen ini dapat menurunkan aktivitas di daerah otak yang berhubungan dengan makanan pada saat yang sama mengurangi jumlah makanan yang mereka makan,” kata Profesor Gary Frost, penulis senior studi dari Departemen Kedokteran di Imperial.

Dia menambahkan, makan serat alami yang cukup, dan menghasilkan jumlah propionat yang sama akan sulit, Jumlah inulin-propionat ester yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 gram, yang menunjukkan peningkatan propionat produksi sebesar 2,5 kali.

Untuk mendapatkan peningkatan yang sama dari serat saja, kita akan perlu untuk makan serat sekitar 60 gram sehari. Saat ini, rata-rata orang Inggris hanya mengonsumsi 15 gram. (fds)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini