nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paparan Polusi Karbonmonoksida Bisa Sebabkan Kematian

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Jum'at 08 Juli 2016 16:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 07 08 481 1434098 paparan-polusi-karbonmonoksida-bisa-menyebabkan-kematian-sDilGblmL5.jpg Karbonmonoksida bisa mematikan (Foto: Okezone)

KEMENKES beberapa waktu lalu mengklarifikasi adanya 13 korban jiwa akibat kemacetan mudik lebaran di kawasan Brebes. Memang ada beberapa faktor yang meyebabkan kematian pemudik, faktor utamanya ialah masalah sistem pernapasan.

RSUP Persahabatan menyampaikan dalam rilisnya yang diterima oleh Okezone, Jumat (8/7 2016), kondisi kepadatan kendaraan juga meningkatkan risiko masalah pernapasan. Kontak fisik orang lain di SPBU, rest area, rumah makan, serta tempat lainnya, juga berdampak pada masalah kesehatan perapas. Belum lagi, tempat umum dan makanan yang kurane higienis.

Daya tahan tubuh yang kian menurun sepanjang perjalanan,menjadi peluang besar terjadinya infeksi saluran napas, seperti common cold, influenza, maupun infeksi saluran napas akut (ISPA).

Kondisi kepadatan lalu lintas, mencetuskan udara yang kurang sehat dan dihirup oleh para pemudik kendaraan bermotor. Jadi tak heran, banyak pemudik kerap menderita sistem pernapasan selepas melakukan perjalanan jauh.

Polusi udara mengandung baha berupa gas dan partikel. Gas akibat polusi udara kendaraan bermotor terdiri dari gas iritan, takni nitrit oksida (NOx), ozon (O3), sulfur dioksid (SOx). Adapun gas polutan yang mengandung karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO).

Biasa kendaraan asap yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor mengandung particulate matter (PM), umumnya menyebabkan iritasi mata, sakit tenggorokan, batuk-batuk, sesak napas, dan batuk berdahak.

Pada ruangan tertutup seperti di dalam kabin kendaraan, akumulasi gas CO2 menurunkan kadar oksigen, sehingga dapat terjadi kekurangan oksigen pada penumpang. Apabila gas CO terhirup oleh penumpang, darah bisa mengalami kekurangan oksigen. Kondisi tersebut dinamakan hipoksemia.

Akibat dari akumulasi dari dampak polusi ini, menyebabkan mual, sakit kepala, sesak napas, kesadaran menurun, hingga kematian. Pada populasi dengan penyakit kronik, kondisi hipoksemia dapat memperburuk penyakitnya, dengan kondisi terburuk menimbulkan kematian.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini