Jangan Buru-Buru ke UGD saat Tekanan Darah Naik

Erika Kurnia, Jurnalis · Senin 11 Juli 2016 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 11 481 1435543 jangan-buru-buru-ke-ugd-saat-tekanan-darah-naik-TEfLqMisJL.jpg Ilustrasi (Foto: Menshealth)

JIKA Anda menemukan tekanan darah Anda naik, jangan terburu-buru pergi ke gawat darurat jika Anda merasakan tubuh Anda baik-baik saja. Menurut sebuah studi baru-baru ini, panik setelah pemeriksaan bisa jadi salah langkah.

Penelitian dari Institute for Clinical Evaluative Sciences di Toronto menunjukkan bahwa pemantauan tekanan darah yang agresif di rumah dapat mendorong lebih banyak orang datang ke unit atau instalasi gawat darurat di rumah sakit, meskipun kondisinya tidak darurat.

"Doktor mendorong pasien untuk memonitor tekanan darah mereka di rumah jika mereka didiagnosa hipertensi. Tetapi tidak setiap bacaan tekanan darah tinggi adalah keadaan darurat," kata pemimpin penulis studi Clare Atzema, dikutip dari Zeenews, Senin (11/7/2016).

Meski positif, peneliti melihat peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan, seperti pemantauan tekanan darah, memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan ke rumah sakit.

Selama masa penelitian, kunjungan ke unit gawat darurat Ontario untuk hipertensi meningkat dari 15.793 ke 25.950 per tahun. Namun, proporsi pasien yang dirawat di rumah sakit menurun dari 9,9 persen menjadi 7,1 persen.

Di antara pasien yang awalnya datang ke UGD kemudian berakhir di rumah sakit, paling sering di diagnosa dengan stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung. Proporsi pasien yang datang dengan ambulans juga meningkat dari waktu ke waktu, dari 10,7 persen menjadi 14,3 persen.

Positifnya, kematian menjadi sangat rendah, yaitu kurang dari 1 persen dari pasien yang meninggal dalam waktu 90 hari. Bersamaan dengan itu, rawat inap untuk stroke, gagal jantung, infark miokard akut, fibrilasi atrium, gagal ginjal, hipertensi ensefalopati, dan diseksi aorta kurang dari 1 persen dalam 30 hari.

Stroke masih menjadi pembunuh utama, kata peneliti yang menghargai pasien hipertensi yang begitu berhati-hati dengan hasil pemeriksaan sendiri mereka. Namun, jika tidak ada keluhan nyeri dada, sakit kepala parah, mual, atau sesak napas, pasien mungkin tidak perlu mengunjungi UGD.

“Kami tentu saja mendorong mereka untuk menindaklanjuti bacaan tekanan darah secepatnya dengan dokter. Jika ada keraguan, datanglah ke unit gawat darurat. Dokter lebih suka memeriksa pasien tanpa kondisi darurat, daripada Anda membiarkan saja kondisi darurat di rumah," ujarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini