nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kiat Menegur Bawahan Secara Manusiawi

Fahmi Abidin Achmad, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2016 15:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 07 12 196 1436284 kiat-menegur-bawahan-secara-manusiawi-XvrbryAV9U.jpg Ilustrasi Menegur Bawahan. (Foto: Bizjournals.com)

DALAM konteks pekerjaan dan bawahan Anda melakukan kesalahan tentunya menegur perlu berhati-hati agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman, melukai ego, menimbulkan konflik, sehingga hubungan dengan orang yang ditegur menjadi buruk. Agar tindakan menegur bawahan dapat memberikan hasil yang positif, ternyata ada hal-hal yang diyakini dulu sebelum menegur.

1. Yakin ada kesalahan

Kita harus yakin secara objektif memang ada kekeliruan, kesalahan yang dilakukan bawahan. Artinya ada barang bukti yang jelas, informasi yang dapat dipercaya (atau kita lihat sendiri) tentang kekeliruan, kesalahan bawahan bukan rumor atau gosip.

2. Menegur harus jelas tujuannya

Memberikan teguran harus jelas maksudnya dan dengan tujuan introspeksi diri dan belajar memperbaiki diri secara profesional. Tindakan menegur seharusnya ditujukan untuk mengoreksi  kekeliruan sekaligus mengembangkan bawahan agar menjadi lebih baik. Oleh karena itu, Anda perlu melihat ciptakan situasi yang tepat ketika kita dan bawahan berada dalam kondisi emosi yang cukup nyaman.

3. Hargai privasi bawahan. 

Hargai privasi bawahan Anda dan jangan diskusi di ruangan terbuka. Apresiasi terlebih dulu aspek positif atau kontribusi bawahan selama ini, hal itu akan membuat bawahan menunjukkan sikap positif dan termotivasi untuk berubah.

4. Klarifikasi

Klarifikasi masalah atau tingkah laku yang dikeluhkan, jangan langsung menghakimi atau mengambil keputusan untuk menegur. cek dan ricek akar permasalahan dan kesalahannya.

5. Mengajak bawahan untuk introspeksi

Anda perlu mengajak bawahan untuk melihat hal yang dikeluhkan dari dirinya, karena belum tentu dia sadar akan hal itu. Sampaikan hal yang dikeluhkan dari dirinya dengan fokus pada tingkah laku spesifik di pekerjaan dengan dukungan barang bukti yang ada, jangan melebar ke mana-mana, apalagi menghakimi pribadinya.

Jelaskan apa efeknya bagi pekerjaan, tim serta sampakan tentang hal-hal yang perlu diperbaiki untuk menunjang kinerjanya. Cek apakah bawahan juga merasakan hal tersebut serta gali mengapa hal tersebut terjadi. Di sini, kita perlu belajar mendengar sekaligus memahami kesulitan bawahan. Bawahan bukan orang yang hanya dicekoki, tetapi juga harus didorong untuk punya solusi sendiri.

6. Kesepakatan untuk memperbaiki diri 

Anda perlu minta kesepakatan bawahan tentang hal-hal spesifik yang harus diperbaiki dan tindak lanjutnya. Akan lebih baik jika diadakan evaluasi berkala untuk memantau kemajuan bawahan disertai dengan konsekuensi yang jelas. Kita juga perlu melihat seberapa jauh kita bisa memberikan bantuan atau dukungan agar bawahan dapat lebih cepat mengoreksi diri.

Jika kita melakukan prinsip menegur dengan benar, sesungguhnya kita tidak hanya memperbaiki kesalahan bawahan, tetapi juga mengembangkan potensinya. Jika poin-poin di atas sudah dilakukan sudah dilakukan dengan benar, Anda juga yang bisa merasakan dampak positif, salah satunya jalan untuk memiliki tim kerja yang berkualitas.

(FHM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini