910 Pasien Siap Operasi Katarak Gratis

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Sabtu 23 Juli 2016 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 23 481 1445141 910-pasien-siap-operasi-katarak-gratis-fJNVd89pSR.jpg Tim dokter JEC Kedoya (Foto: Manda/Okezone)

HAMPIR setiap orang akan mengalami katarak di usia degeneratif. Katarak biasanya dialami oleh orangtua pada usia antara 50 tahun ke atas. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan katarak dengan cara operasi.

Visi pemerintah Indonesia menargetkan warga Indonesia bebas katarak di tahun 2020. Selaras dengan visi tersebut, Gerakan Matahati dan Jakarta Eye Center melakukan program Corporate Social Responsibility, Kick Off 910 Operasi Katarak di Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Centre, Kedoya, Jakarta Barat.

"Katarak atau kekeruhan lensa mata masih menjadi salah satu penyebab kebutaan terbanyak di dunia, diperkirakan setiap tahun ada satu penderita baru katarak di 1.000 orang," ujar dr Johan A Hutauruk, SpM (K) dalam acara tersebut di Rumah Sakit Jakarta Eye Center, Kedoya, jakarta Barat, Sabtu (23/7/2016).

Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan sebagai negara tropis, di mana penduduknya cenderung menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan dengan penduduk daerah subtropik.

Ketua Pelaksana Matahati, Wandi S Brata, mengatakan 910 operasi dimulai hari ini di kota Jakarta dan sekitarnya. Diakumulasikan dengan operasi di Lions Club Medan dan Batam. Ada beberapa rumah sakit yang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) turut menyumbangkan operasi katarak gratis seperti di Rumah Sakit Carolus maupun Rumah Sakit Atmajaya.

"Rencananya, operasi ini akan ditargetkan selesai pada November 2016. Target 910 ini merupakan target tambahan Matahati yang biasanya menargetkan 2.500 operasi tiap tahunnya," ucap Wandi.

Operasi katarak di Jakarta Eye Center yang hari ini dimulai pukul 07.00. Dr Setiyo Budi Riyanto SpM (K), Ketua Katarak dan Bedah Refraktif JEC dan Direktur Utama JEC Menteng berharap pembaruan teknologi operasi katarak yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas penglihatan pasien.

"Kami menerapkan quality dan patient safety. Pemeriksaan, tindakan hingga setelah operasi, berdasarkan akreditasi Joint Commission International (JCI). Walaupun gratis, kami mengutamakan quality, safety, dan hasil selalu kami perhatikan," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini