Perempuan Perokok Lebih Berisiko Alami Pendarahan Otak

Agregasi Pikiran Rakyat, Jurnalis · Minggu 24 Juli 2016 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 24 481 1445524 perempuan-perokok-lebih-berisiko-alami-perdarahan-otak-8uD8SuMFDq.jpg foto: ilustrasi

HELSINKI - Para peneliti melaporkan, dibandingkan pria, perempuan yang merokok lebih berisiko terserang perdarahan di selaput otak yang dapat berujung pada stroke berat dibandingkan.

Peneliti dari Finlandia menemukan perdarahan otak yang disebut subarachnoid itu 8 kali lebih sering ditemukan pada perempuan yang merokok lebih dari sebungkus dalam sehari. Angka itu lebih banyak dibandingkan dengan yang ditemukan pada pria yang merokok dengan jumlah sama.

Bahkan dengan rokok ringan sekalipun, perempuan memiliki risiko 3 kali lipat terserang stroke. Tidak ada tingkat aman dari merokok. “Pilihan terbaik adalah tidak pernah untuk memulai," kata pemimpin peneliti, Joni Lindbohm dari University of Helsinki yang dikutip dari laman usnews.

"Pesan bagi para pembuat kebijakan bahwa dengan menerapkan strategi yang efektif terhadap merokok, mereka dapat mengurangi beban perdarahan subarachnoid," kata Lindbohm, yang mengkhususkan diri dalam bidang bedah saraf dan kesehatan masyarakat.

Untuk penelitian itu, Lindbohm dan timnya mengumpulkan data dari hampir 66.000 orang dewasa yang terdaftar dalam survey nasional Finlandia sejak tahun 1972. Penelitian yang dilakukan selama rata-rata 21 tahun itu meneliti subjek mulai dari mengalami stroke hingga subjek meninggal.

Para peneliti menemukan, di antara perokok ringan (10 batang per hari) perempuan 3 kali lebih mungkin untuk mengalami perdarahan subarachnoid, dan laki-laki 2 kali lebih mungkin untuk mengalami subarachnoid dibandingkan dengan bukan perokok.

Para peneliti menemukan, di antara mereka yang merokok 11-20 batang sehari, perempuan berisiko 4 kali lebih besar dan laki-laki 2 kali lebih besar untuk menderita stroke jenis ini.

Akan tetapi mereka yang berhenti merokok, secara signifikan mengurangi risiko mengalami perdarahan subarachnoid. Setelah 6 bulan tanpa merokok, risiko mereka turun ke tingkat bukan perokok.

Penyebab dari pendarahan subarachnoid yang lebih sering ditemukan pada perempuan itu masih belum ditemukan. Namun Lindbohm percaya risiko yang tinggi pada perempuan itu adalah bahaya dari rokok.

Ralph Sacco, ketua neurologi di University of Miami Miller School of Medicine menambahkan, hubungan rokok dengan stroke sebenarnya bukanlah hal baru."Hubungan antara merokok dan perdarahan subarachnoid telah dikenal selama bertahun-tahun," katanya.

Rokok dan tekanan darah tinggi merupakan 2 faktor penyabab pendarahan subarachnoid yang dapat mengakibatkan stroke namun hal itu dapat dihindari oleh masyarakat.

"Studi ini menambahkan bukti lebih kepada masyarakat untuk tidak pernah merokok dan mengontrol tekanan darah mereka untuk menghindari stroke jenis ini," ucap Sacco.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini