Share

EKSKLUSIF: Ini Alasan Kepala BKKBN agar Ayah Rajin Main dengan Anak

Afiza Nurmuseriah, Okezone · Selasa 26 Juli 2016 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 26 196 1447163 ingin-anak-cerdas-ayah-harus-rajin-main-bersama-bAjHjjGzbj.jpg Kepala BKKBN, Chandra Surapaty (Foto: Sabki/Okezone)

JANGAN menganggap pengasuhan hanyalah tugas seorang ibu. Seorang ayah juga mempunyai peran penting dalam pengasuhan. Tak main-main, bahkan dengan pengasuhan seorang ayah akan berpengaruh pada perkembangan mental anak.

Surya Chandra Surapaty selaku Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga berpendapat demikian. Ia menjelaskan jika seorang ayah menjaga hubungan baik dengan anak sejak kecil akan berpengaruh terhadap pendidikan dan kognitif anak.

“Hubungan yang baik dengan anak akan berpengaruh terhadap pendidikan dan kognitif anak. Anak akan memiliki prestasi yang baik. Ayah yang bermain dan berinteraksi dengan bayinya, akan membuat bayi lebih cerdas di usia 6 bulan dan 1 tahun serta memiliki angka kecerdasan yang lebih tinggi saat diukur pada usia 3 tahun. Ayah dapat merangsang anak untuk berpikir, sehingga mereka memiliki motivasi yang kuat untuk belajar dan merasa bahwa pendidikan itu penting dan dapat meraih prestasi di sekolah,” jelas Surya kepada Okezone, belum lama ini di Jakarta.

Dari sisi perilaku dan emosi pun ternyata ayah dapat mengambil peran yang berharga bagi kehidupan anak. Anak-anak akan cenderung lebih terampil dalam memecahkan masalah. Anak-anak tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengatasi masalah, seperti memukul dan berteriak.

Dari seorang ayah juga akan didapatkan informasi bagaimana seharusnya anak berhubungan dengan teman lawan jenis. Anak akan cenderung menunda dan berpikir berkali-kali dalam melakukan perilaku free-sex serta menunda hubungan seksual pertama mereka sampai masa dewasa.

“Hubungan dengan ayah membantu anak untuk lebih menghargai tubuhnya dan tidak mencari cinta disembarang tempat. Anak juga dapat lebih terlindung dari kondisi yang penuh risiko seperti kenakalan, pergaulan bebas dan penggunaan narkoba."

Lantaran itu, hubungan dan komunikasi yang baik antara anak dan ayah sangatlah dianjurkan. Dimulai dengan aktivitas sehari-hari serta menjadi pelindung dan sahabat anak sejak dini.

Waktu yang cukup dan berkualitas serta dialog yang baik dengan anak sangatlah bermanfaat. Seorang ayah yang baik dapat menjadi tempat berbagi bagi anak karena selalu berada disamping anak ketika dibutuhkan.

Dari komunikasi yang baik pula, ayah dapat mengembangkan kedisiplinan pada anak. Sehingga tak perlu menggunakan kekerasan. “Jaga komunikasi yang baik dengan anak, berikan pengertian mengenai kedisiplinan, jangan searah dan hanya memerintah saja. Kekerasan terhadap anak sangat dilarang. Oleh sebab itu, dari awal sebagai orangtua harus persuasif kepada anak bukan dengan koersif,” tutup Surya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini