Share

EKSKLUSIF: Intip Curhatan Kepala BKKBN tentang Pelajaran Hidup

Afiza Nurmuseriah, Okezone · Rabu 27 Juli 2016 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 27 196 1448189 eksklusif-intip-curhatan-kepala-bkkbn-tentang-pelajaran-hidup-4rZogjJL3r.jpg Kepala BKKBN, Chandra Surapaty (Foto: Sabki/Okezone)

DI mana pun kita berada, pasti akan ada pelajaran yang di petik di dalamnya. Rasanya kalimat ini pas untuk disandingkan dengan seseorang yang merantau di negeri orang dan mempunyai sejuta pengalaman yang dapat dibagikan kepada orang-orang di kampung halaman.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty juga mengalami hal ini. Pengalamannya menempuh pendidikan master dalam Rencana Kependudukan dan Kesehatan Masyarakat di Amerika Serikat bagian Hawaii dan Michigan sekiranya 5 tahun dari 1982 sampai dengan 1985 membuatnya memiliki segudang pengalaman. Pelajaran hidup dengan budaya yang berbeda, kemajuan teknologi sampai dengan bagaimana hubungan antar manusia di dalamnya.

“Wah pelajaran hidup dari luar negeri itu banyak sekali, di luar masyarakatnya sudah teratur dan saling percaya. Contohnya, saat anak ketiga saya lahir di sana, kan saya belum mempunyai asuransi. Terpaksa bayar sendiri dan itu tidak murah pasti. Saya mencoba untuk mengatakan keadaan sebenarnya karena saya pelajar beasiswa, lalu pihak rumah sakit hanya bertanya sanggup berapa bayar, dan ya sudah sesanggupnya saya bayarnya. Sangat berbeda dengan di sini,” ungkapnya kepada Okezone belum lama ini.

Hal lain yang dapat dipetik tentang kehidupan saat Surya berada di negeri Paman Sam adalah hubungan antar manusianya. Surya memaparkan memang orang barat lebih individualis tetapi tingkat kesopanannya sangatlah tinggi, “Hubungan dengan antar manusianya itu lho. Kata-kata, 'Hallo', 'Maaf', 'Terima kasih' itu selalu terlontarkan walau kita enggak saling kenal. Politeness-nya tinggi.”

Untuk selanjutnya, setelah menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dengan beragam pengalaman, pria kelahiran Palembang ini ingin mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat.

“Mimpi saya ke depannya ingin terus mengaplikasikan ilmu saya mengabdi kepada masyarakat dengan sepenuhnya. Memanfaatkan ilmu yang saya peroleh di luar negeri. Jika Allah menghendaki saya ingin pengabdian saya lebih besar lagi cakupannya. Makanya di tahun 1999 pengabdian saya di Palembang saya pindah ke Jakarta. Dari kapal kecil ke kapal yang lebih besar, dengan ilmu yang saya kuasai, saya berharap lebih banyak lagi yang merasakan manfaat dari kehadiran saya di tengah masyarakat,” tutup Surya seraya tersenyum.

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini