EKSKLUSIF: Rusia Jadi Pasar Potensial Kuliner Indonesia

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Rabu 27 Juli 2016 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 27 298 1447879 eksklusif-rusia-jadi-pasar-potensial-kuliner-indonesia-x2hjIGjRBX.jpg Nasi goreng dari Indonesia favorit warga Rusia (Foto: Shutterstock)

INDONESIA dikenal dengan aneka kuliner yang nikmat dan menggugah selera. Tak heran jika makanan Indonesia mampu menarik perhatian warga Rusia dan membuat mereka merasa ketagihan.

Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia, M Wahid Supriyadi. Menurutnya, terdapat beberapa ragam kuliner Indonesia yang menjadi favorit masyarakat Rusia.

“Mereka suka nasi goreng, bakmi goreng, rendang, dan telur balado. Selera mereka terhadap kuliner Indonesia bagus sekali. Di Wisma Nusantara, kuliner Indonesia selalu habis disantap mereka. Masyarakat Rusia cocok dengan makanan Indonesia, hanya memang menurut mereka terlalu pedas,” tutur Wahid yang ditemui Okezone, di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Sayangnya, kuliner Indonesia tersebut hampir tidak bisa ditemui di Rusia. Sebab, belum ada restoran Indonesia yang berjualan di sana. Padahal menurut Wahid, Rusia bisa menjadi pasar potensial untuk memasarkan kuliner, terutama dari Indonesia.

“Di Rusia memang ada beberapa restoran yang menawarkan menu nasi goreng dan bakmi goreng, rupanya chef-nya berasal dari Indonesia. Nah, mengapa kita tidak membuka restoran Indonesia sendiri di sana? Itu berarti, peluangnya besar sekali untuk bisa laku di sana,” terangnya.

Salah satu cara untuk menarik pengusaha kuliner Indonesia berjualan di Rusia, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Rusia menyelenggarakan Festival Indonesia. Ajang yang diadakan pada 20-21 Agustus 2016 itu bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia, seperti pariwisata, musik, kuliner, seni budaya, fesyen, produk usaha kecil dan menengah (UKM), hingga forum bisnis.

“Jika nanti ada pengusaha yang mau ikut, serta tinggal menghubungi kami saja. Kami akan memfasilitasi,” imbuh Wahid.

Wahid menambahkan, jika bahan-bahan makanan untuk membuat masakan Indonesia memang cukup sulit ditemui. Hal ini yang menyebabkan butuh modal besar untuk membuka usaha makanan termasuk restoran. Namun, jika pengusaha penyedia bahan makanan, seperti retail, ikut membuka usaha di sana, maka harganya pun bisa dipangkas.

“Bumbu-bumbu dapur, seperti rempah-rempah, kecap, bahkan saus pun tidak ada. Kalau nanti ada retail yang menyediakan bahan baku akan lebih mudah juga,” tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini