Share

EKSKLUSIF: Begini Harusnya Menjadi Keluarga Bahagia Menghindar dari Kekerasan

Afiza Nurmuseriah, Okezone · Kamis 28 Juli 2016 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 28 196 1449122 eksklusif-begini-harusnya-menjadi-keluarga-bahagia-menghindar-dari-kekerasan-K3kpoK8jXI.jpg Ilustrasi keluarga bahagia (Foto: Huffingtonpost)

FENOMENA kekerasan seksual pada anak, pelecehan terhadap kaum perempuan, kasus kekerasan dalam rumah tangga serta isu negatif lainnya memang bisa melemahkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Karena itu, menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty mengatakan, perlu langkah konkret dari berbagai elemen, baik masyarakat maupun pemerintah.

"Kalau BKKBN kan hanya bagian hulu jadi yang terpenting kesehahteraan keluarga untuk menghindari tindak-tindak kekerasan seperti itu. Lalu perlu ada penyusunan regulasi atau dalam bentuk menumbuhkembangkan kepedulian dan empati masyarakat," pungkas Surya kepada Okezone belum lama ini.

Kembali lagi, menurutnya semua berasal dari keluarga yang sejahtera. Keluarga di Indonesia dapat mulai menanamkan karakter pada masing-masing anggota keluarga agar memiliki nilai-nilai revolusi mental, yaitu integritas, etos kerja, serta gotong royong.

Lanjutnya, pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga dilakukan melalui program pembangunan keluarga. Pembangunan keluarga dilaksanakan dengan pendekatan siklus kehidupan, yaitu pembinaan terhadap seluruh tahapan perkembangan manusia, dari mulai balita dan anak, remaja, hingga lansia.

"Dengan adanya nilai-nilai revolusi mental yang ditanamkan dalam keluarga, maka berbagai tindakan yang tak diinginkan di kemudian hari, bisa dihindari seperti pemerkosaan, seks pranikah, pernikahan dini, dan narkoba. Hal ini dapat dimulai dari keluarga dengan membangun komunikasi berkualitas, yang dikenal dengan sebutan komunikasi segitiga, yaitu komunikasi dengan Tuhan, manusia, dan komunikasi dengan dirinya sendiri," tambah Surya.

Dengan begitu, tugas BKKBN untuk bisa meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bisa lebih maksimal.

"Tugas kami adalah membenahi yang di hulu, kami preventif. Jadi, tugas kami menciptakan revolusi karakter bangsa yang dapat dimulai dari mana saja, salah satunya keluarga agar ke hilirnya juga bisa menjadi lebih baik," tutupnya.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini