Kondisi Ini seperti Lingkaran Setan bagi Penderita Diabetes

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2016 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 10 481 1459636 kondisi-ini-seperti-lingkaran-setan-bagi-penderita-diabetes-dLdKIWvuB9.jpg Gula darah tinggi dan infeksi lingkaran setan bagi diabetesi (Foto: Prevention)

SALAH satu dampak dari masalah diabetes yang paling ditakutkan adalah luka kronis yang dapat berujung pada amputasi organ. Hal ini karena baik gula darah tinggi dan infeksi adalah lingkaran setan yang harus diputus.

Menurut ahli bedah plastik, Dr Donna Savitry, SpBP-RE, banyak pasien diabetes yang alami luka kronik harus jatuh ke arah amputasi karena dua hal tersebut tidak terkontrol. Kondisi kadar gula tinggi akan meningkatkan risiko infeksi, begitu juga infeksi yang akan berdampak pada tingginya gula darah.

"Kadar gula tinggi dan infeksi adalah lingkaran setan. Lingkungan yang dilalui aliran dengan kadar gula tinggi akan lebih disukai kuman penyebab infeksi dan membuat luka sulit sembuh. Infeksi sendiri juga memicu kadar gula tinggi," terangnya dalam temu media bersama Dermazone, di Jakarta, Selasa 9 Agustus 2016.

Oleh karena itu, menurutnya, salah satu atau dua hal dari lingkaran tersebut harus diputus. Mengontrol kadar gula darah atau mengobati dan mencegah luka harus diperhatikan pasien dan tenaga medis. Lebih baik lagi, jika keduanya dilakukan bersamaan agar kesembuhan lebih cepat dan mencegah amputasi.

Mengenai manajemen atau perawatan luka pada pasien diabetesi kronis, menurut Dr Donna, adalah bertujuan mempercepat pengobatan luka sampai pada fase maturasi atau pembentukkan kembali. Pemberian antibiotik, menurutnya kurang efektif. Selain karena dapat menjadi resisten terhadap kuman penyebab infeksi, antibiotik tidak berdampak banyak jika luka luar tidak ditangani dengan baik.

"Yang penting dari penyembuhan luka adalah luka bebas dari kuman dan semua mikroorganisme penyebab infeksi dan lingkungan luka harus tetap lembab, bukan basah. Dokter bedah biasanya akan melakukan debridement atau pembersihan luka, lalu memberi antiseptik dan menutup luka agar tidak merusak jaringan baru dan memicu luka baru," jelasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini