Baju Militer Eropa Sekarang Sudah Antiserangga

Dinno Baskoro, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2016 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 18 194 1467045 baju-militer-eropa-sekarang-sudah-antiserangga-pmhqg5xhPw.jpg Baju militer Eropa sekarang sudah antiserangga (Foto: Dailymail)

ADA satu hal unik yang perlu diketahui tentang seragam militer di Eropa. Kini, mereka sedang giat mengaplikasikan teknologi tekstil terbaru pada rancangan seragam militernya yang antiserangga.

Hal ini disampaikan Iwan Kurniawan, Wakil Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Menurutnya, militer di berbagai negara saat ini tengah mengusung konsep baru dalam membuat seragam militer.

Salah satunya di Uni Eropa, seragam militernya kini sudah antiserangga. Hal itu disebabkan karena frekuensi perang dalam 50 tahun terakhir mulai berkurang dan pasukan militer kian menyusut.

Mereka perlu inovasi baru untuk bertugas di medan yang rawan serangga, seperti nyamuk yang banyak terdapat di negara tropis.

"Ternyata, orang Eropa ada ketakutan saat bertugas di negara tropis. Dari studi yang mereka lakukan, justru lebih banyak pasukan meninggal karena malaria, demam berdarah, dan penyakit bawaan dari nyamuk ketimbang karena peluru," ucapnya saat ditemui awak media di Pabrik Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu 17 Agustus 2016.

Jika tidak diantisipasi, mereka yang ditugaskan di tempat-tempat dengan kondisi seperti itu akan jauh lebih repot. Misalnya, ada sejumlah pasukan yang sakit, pemerintah negara harus mengirim tim medis, obat-obatan, transportasi, dan lain sebagainya yang tentunya memerlukan biaya besar.

"Mereka butuh teknologi seperti seragam antiserangga dan di antaranya kami yang memasok seragam tersebut," tambahnya.

Lebih lanjut, seragam militer antiserangga buatan Tanah Air tersebut sudah dimodifikasi dengan campuran bahan kimia pada kain. Sehingga serangga sejenis nyamuk dan lainnya bisa mati jika hinggap di kain.

Meski begitu, tak cukup dengan formula ampuh usir serangga. Baju tersebut juga sudah dirancang sedemikian rupa sehingga aman digunakan walau ada kontak langsung dengan kulit si pemakai.

"Untuk merancang seragam ini prosedurnya ketat. Bisa membahayakan si pemakai kalau tidak tepat," pungkasnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini