nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baju Militer Eropa Sudah Antiserangga, Bagaimana di Indonesia?

Dinno Baskoro, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2016 23:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 08 19 194 1468446 baju-militer-eropa-sudah-antiserangga-bagaimana-di-indonesia-LJwRlLAz8n.jpg Baju militer Eropa sekarang sudah antiserangga (Foto: Dailymail)

SEJAK 50 tahun terakhir, frekuensi perang di sejumlah negara sudah berkurang. Jumlah pasukan militer di dunia juga demikian, karena itu banyak dari mereka butuh teknologi baru pada seragam militer yang dikenakan.

Misalnya, di negara Eropa yang kini membutuhkan rancangan seragam militer antiserangga. Lantas, bagaimana dengan di Tanah Air?

Baju militer antiserangga sejatinya sengaja dirancang bagi pasukan militer Eropa yang hendak bertugas di negara-negara tropis yang banyak terdapat serangga pembawa penyakit. Misalnya saja, nyamuk penyebab malaria sampai demam berdarah.

Pasukan militer Eropa yang notabene tak terbiasa akan nyamuk tersebut, ternyata makin butuh baju militer antiserangga. Pasalnya dari penelitian yang mereka lakukan, serangga jenis nyamuk pembawa penyakit tersebut cukup ditakuti lantaran jadi penyebab kematian pasukan militernya.

"Ternyata, orang Eropa ada ketakutan saat bertugas di negara tropis. Dari studi yang mereka lakukan, justru lebih banyak pasukan meninggal karena malaria, demam berdarah, dan penyakit bawaan dari nyamuk ketimbang karena peluru," ucap Iwan Kurniawan, Wakil Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), saat ditemui Okezone di Pabrik Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu 17 Agustus 2016.

Seragam militer antiserangga buatan Tanah Air itu sudah dimodifikasi dengan campuran bahan kimia pada kain. Sehingga serangga sejenis nyamuk dan serangga lainnya bisa mati jika hinggap pada kain.

Di Indonesia, produsen tekstil dan garmen Sritex dipercaya untuk merancang seragam militer yang antiserangga ini.

Jika di Tanah Air, menurutnya, seragam tersebut belum menjadi prioritas pasukan militer. Mungkin karena penyakit malaria dan demam berdarah sudah familiar dan terbilang bisa dilakukan pencegahan, penanganan, sampai mengobatinya cukup mudah diakses.

"Dengan teknologi seperti ini, kita masih dalam tahap pengenalan ke Indonesia, agar tentaranya bisa pakai seragam antiserangga. Belum lama ini, kami juga melakukan pengenalan ke Malaysia," tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini