Belajar Kuliner Nusantara dari Buku Masak Warisan Soekarno

Dinno Baskoro, Jurnalis · Senin 22 Agustus 2016 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 22 298 1469898 mengenal-belajar-kuliner-nusantara-dari-buku-mustika-rasa-bYcastpw4R.jpg Belajar kuliner Indonesia dari buku Mustika Rasa (Foto: Shantiserad)

BELUM lama ini, buku masak warisan presiden pertama Indonesia, Alm. Ir. Soekarno kembali dirilis. Ini merupakan salah satu bentuk usaha beliau dalam pelestarian tradisi dan budaya melalui kekayaan kuliner Nusantara.

Dalam buku tersebut, tak hanya terpampang 1.600 resep tradisinal. Segala macam informasi mengenai kuliner, seperti budaya dan tradisi zaman dulu tertuang dalam buku yang diberi judul Mustika Rasa ini.

Shanti Serat, penggiat kuliner Indonesia, yang juga menjabat sebagai Chairwomen Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI), mengaku terkesan dengan isi buku masak warisan Bung Karno.

"Saya takjub dengan buku Mustikarasa," ungkapnya dalam wawancara dengan Okezone melalui surat elektronik.

Menurutnya buku tersebut sangat lengkap. Selain memuat 1.600 resep tradisional, buku ini membahas bahan makanan, menyusun menu sehat, istilah-istilah memasak, nutrisi, keamanan pangan sampai mengulas soal dapur.

"Saya terkesan dengan bab yang membahas Dapur, bagaimana desain dapur yang aman serta layout-nya. Saat ini rasanya tidak ada buku yang membahas bagaimana pentingnya Dapur di dalam suatu rumah dan di buku ini memang tergambarkan dapur yang sangat tradisional dan khas pada masanya," pungkasnya.

Untuk takaran dalam memasak juga dibahas dalam buku ini. Mungkin bagi generasi muda, penulisan takaran tersebut agak sulit dipahami, lantaran masih mengadopsi gaya penulisan pada 1967, dimana buku tersebut pertama kali diterbitkan.

Misalnya untuk takaran satu ruas jadi, gaya bahasa yang digunakan adalah Kentjur 1 rdj. Rdj = ruas djari dan lain sebagainya. Bagian menarik lainnya adalah ilustrasi tangan dari aneka bentuk ketupat, informasi bagaimana mengupas nanas, membersihkan ikan dan lain-lain.

"Ada resep-resep yang perlu di-"verifikasi" kembali karena namanya tidak sesuai dengan bahan yang dipakai," jawab Shanti.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini