Menyelesaikan Konflik Keluarga Sesuai Petunjuk Islam

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2016 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 23 196 1470924 menyelesaikan-konflik-keluarga-sesuai-petunjuk-islam-RmUcmaPEyP.jpg Menyelesaikan konflik keluarga (Foto: Cmgdigital)

“DAN jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Quran 04:35).

Setiap rumah tangga pasti akan mengalami konflik. Karenam Islam mewajibkan pernikahan bagi umatnya, maka Islam pun telah mengatur bagaimana menyelesaikan konflik suami-istri dalam rumah tangga. Seperti dilansir Soundvision, Selasa (23/8/2016), berikut cara menengahi perkara rumah tangga sesuai ajaran Islam.

Upaya melibatkan teman atau keluarga sebagai penengah

Dalam konflik perkawinan, upaya pertama harus diselesaikan dalam lingkup keluarga. Nabi beralasan untuk menekankan ikatan yang kuat sebagai kerabat. Penengah adalah perwakilan dari masing-masing pasangan agar secara bijaksana dapat melihat masalah secara seimbang.

Harus ada mediator

Allah SWT tidak menentukan siapa yang harus menjadi mediator. Soal memutuskan ini adalah hak penuh dari masing-masing pasangan sesuai kenyamanan mereka. Misalnya, dari sesepuh keluarga, kerabat dekat, teman dekat, atau perwakilan dari pengadilan.

Kewenangan mediator

Menurut Mazhab Hanafi dan Syafi'I orang-orang biasanya tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan putusan yang mengikat. Hal yang mereka bisa lakukan adalah merekomendasikan solusi dan mendukung, setelah itu pasangan berhak untuk menerima atau menolak solusi yang direkomendasikan.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini