nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paru-Paru Dunia Ada di Hutan Lambusango Buton

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 24 Agustus 2016 20:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 24 406 1472366 paru-paru-dunia-ada-di-hutan-lambusango-buton-tp7uY1ablf.jpg Paru-Paru dunia ada di Hutan Lambusango Buton (Foto: Erika Kurnia)

PULAU Buton sebagian besar diisi oleh kawasan hutan, yang membentang cukup luas di Desa Lambusango.

Pintu masuk Hutan Lambusango yang berada di Kabupaten Buton telah lama menjadi daya tarik peneliti dan wisatawan yang tertarik mengenal dunia hayati Buton.

Lokasi yang dapat ditempuh beberapa jam dengan mobil dari Kota Bau-Bau melalui wilayah selatan Pulau Buton di Sulawesi Tenggara tersebut.

Menurut informasi, Hutan Lambusango biasa dikunjungi untuk melakukan pengamatan aneka ragam burung dan satwa liar endemik dan langka, seperti anoa, macaque, tarsius, kuskus.

Hutan Lambusango memiliki luas sekitar 65.000 hektare. Ini terdiri dari kawasan konservasi yang dibagi menjadi dua, yaitu Cagar Alam Kakenauwe dan Suaka Marga Satwa Lambusango.

Sedangkan setengah dari luas keseluruhan merupakan kawasan hutan lindung dan hutan produksi. Ketika Okezone berkesempatan berkunjung ke Hutan Lambusango, siang pada Selasa (23/8/2016), hutan yang diisi pepohonan lebat dan tinggi dapat disusuri dengan jalur yang telah dibuat khusus.

Suara-suara hewan yang bangun di siang hari dapat terdengar ketika pengunjung menyusuri lokasi tersebut.

Hal menarik lain dari Hutan Lambusango yang disampaikan oleh seorang penduduk adalah mitos tentang bertemu hal-hal ajaib.

Menurutnya, ketika orang datang mengharap emas untuk membantu keluarga, maka mereka akan menemukan emas.

Sebaliknya, ketika niatnya buruk, maka orang tersebut tidak akan mendapatkan hal baik apapun. Ada juga yang mengatakan, ketika orang berniat baik datang ke sana, mereka bisa melihat masjid.

Meski lokasi ini belum sepenuhnya siap untuk pariwisata, Anda yang tertarik menemukan satwa khas Sulawesi bisa meminta guide atau penduduk lokal untuk memandu dan datang sebelum pagi atau menjelang malam untuk melihat fauna nokturnal yang eksotis di sana.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini