nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Teknik Barbeque yang Dimiliki Indonesia

Santi Andriani & Devi Setya Lestari, Jurnalis · Rabu 31 Agustus 2016 17:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 08 31 298 1477808 5-teknik-barbeque-yang-indonesia-punya-DanCaVjq8F.jpg Ayam betutu khas Indonesia (Foto: Bali.com)

ISTILAH barbeku memang asing digunakan pada masakan tradisional Indonesia. Masyarakat kita biasa menyebutnya dengan istilah bakar, sebenarnya arti dan maknanya sama, tapi tekniknya kadang kali berbeda.

Setiap daerah dari yang paling Timur hingga ujung Barat Indonesia memiliki olahan masakan yang dibakar tapi memiliki keunikan masing-masing. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut Okezone paparkan lima olahan barbeku tradisional ala Indonesia, Rabu (31/8/2016).

Bakar batu - Papua

Istilah bakar batu sangat populer di Papua. Teknik masak ini dilakukan sesuai dengan namanya, yakni batu dibakar hingga suhunya sangat panas. Setelah itu batu dimasukkan ke dalam lubang. Urutannya adalah batu panas tadi dimasukkan ke dasar lubang yang sudah diberi alas daun pisang dan alang, di atas batu panas itu ditumpuklah daun pisang dan di atasnya diletakkan daging babi yang sudah diiris-iris. Di atas daging babi ditutup daun pisang, kemudian di atasnya diletakkan batu panas lagi dan ditutup daun dan ditaruh ubi jalar, singkong (hipere) dan sayuran lainnya dan ditutup daun. Terakhir kembali ditutup dengan batu panas dan daun pisang. (Wikipedia)

Betutu khas Bali

Olahan yang dipanggang dalam api sekam misalnya adalah betutu khas Bali.

Betutu adalah sebutan untuk masakan tradisional Bali yang biasanya olahan ayam atau bebek. Ayam atau bebek utuh diberi bumbu khas lalu dipanggang dalam api sekam. Api sekam adalah proses pembakaran yang menggunakan sisa dari sekam padi.

Teknik panggang ini yang kemudian membuat olahan betutu punya rasa dan aroma khas. Betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat namun betutu juga kerap jadi hidangan yang dijual di restoran dan rumah makan di Bali.

Tapa Kolo

Cara memasak  Tapa Kolo merupakan tradisi memasak dengan teknik memanggang atau membakar suku Flores di Nusa Tenggara Timur. Tapa memiliki arti dibakar, sementara kolo adalah memasak sesuatu dengan bambu. Mereka umumnya menggunakan cari ini untuk memasak nasi atau umbi-umbian.

Yang umumnya kita dengar adalah seperti nasi lemang. Beras yang sudah dibungkus dengan daun pisang atau pelepah pisang dimasukkan dalam bambu. Kemudian bambu dibakar. Ketika sudah matang, maka bambu akan dibuka lebar.

Kini tidak hanya nasi saja yang dimasak dengan cara ini, tapi juga lauk seperti ikan atau daging.

Sate

Sate adalah olahan bakaran yang paling populer di Tanah Air. Bahkan tak hanya di Tanah Air, kelezatan sate sudah terkenal hingga mancanegara. Dipopulerkan di Pulau Jawa, sate kini sudah banyak ditemui di seluruh daerah di Indonesia.

Misalnya saja sate maranggi di Purwakarta, sate madura, sate klatak di Yogyakarta dan bahkan sate padang di Padang, Sumatera Barat. Irisan daging ayam, sapi atau kambing ditusukkan dalam tusuk sate yang bisa dari kayu, bambu atau besi. Sebelumnya sudah dibumbui dan dipanggang di atas bara api.

Ikan dan ayam  bakar

Di Indonesia ikan bakar, ayam bakar dan kambing guling juga sangat populer. Ikan, ayam dan kambing yang sudah dibumbui dan diungkep dengan rempah-rempah dibakar di atas bara api dari arang kayu atau batok kelapa.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini