Memaknai Idul Adha untuk Anak

Afiza Nurmuseriah, Jurnalis · Senin 12 September 2016 00:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 11 196 1486728 memaknai-idul-adha-untuk-anak-nLXEL3Qx6K.jpg Orangtua dan Anak (Foto: Alsyed)

IDUL Adha merupakan salah satu perayaan besar bagi umat Islam. Di hari ini umat Islam dianjurkan untuk berkurban bagi yang mampu dan di kota suci Mekkah juga terjadi puncak prosesi ibadah haji.

Akan tetapi tak hanya itu, Hari Raya Idul Adha kaya akan makna yang bisa dibagikan kepada keluarga khususnya kepada anak. Lalu, makna apa yang ada di serangkaian perayaan Idul Adha?

Psikolog keluarga, Rose Mini berpendapat Hari Raya Idul Adha sarat akan makna ikhlas, rela berkorban dan berbagi kepada sesama.

"Bukan hanya ibadah, pada saat Idul Adha Allah menunjukkan bahwa bila ada sesuatu yang lebih bermanfaat bila dibagikan, mengapa harus diri sendiri yang menyimpannya?" tegas Rose Mini kepada Okezone, belum lama ini di Jakarta.

Jika dirasa contoh dari tindakan berkurban masih berat dikatakan pada anak, orangtua bisa memberikan contoh praktis.

"Anak itu perkembangan kognitifnya usia 5 atau 6 tahun. Jadi kita (orangtua) bisa sambil memberikan contoh konkret dan operasional kepada anak di sela-sela memberikan makna Idul Adha."

Contoh praktisnya tersebut misalnya dengan berbagi kue atau berbagi mainan dengan teman. "Kalau bisa dibagikan dan bermanfaat bagi orang lain mengapa harus disimpan. Ini sama halnya dengan kurban, membagikan daging kepada fakir miskin, jika dicontohkan dan dilakukan terus menerus ini akan menjadi kebiasaan untuk terus berbagi dan berempati terhadap sesama sampai anak besar," tutup wanita yang biasa disapa bunda Romi ini.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini