Kenali Hiperhidrosis, Penyebab Keringat Anda Berlebih

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Rabu 14 September 2016 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 14 481 1489226 kenali-hiperhidrosis-penyebab-keringat-anda-berlebih-wrHK94LqYL.jpg Ilustrasi (Foto: Menshealth)

KERINGAT berlebih atau hiperhidrosis bisa menjadi tanda peringatan dari masalah kesehatan, seperti gangguan tiroid, diabetes atau infeksi.

Dee Anna Glaser, MD, wakil ketua departemen dermatologi di St Louis University dan presiden dari International Hyperhidrosis Society, mengatakan ada dua tipe dasar keringat berlebih, yakni hiperhidrosis fokal primer atau lokal dan hiperhidrosis sekunder umum.

Penyebab paling umum dari keringat berlebihan disebut hiperhidosis fokal primer. Ini merupakan hiperhidrosis yang mempengaruhi sekitar 1 hingga 3 persen dari populasi, dan biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja.

Hiperhidrosis fokal primer tidak menyebabkan penyakit. Pada dasarnya, Anda hanya keringat berlebihan. Meskipun kondisi medis, itu bukan pertanda penyakit atau interaksi obat. Orang yang memilikinya bisa jadi dalam kondisi sehat.

Gejala-gejala hiperhidrosis fokal primer cukup spesifik. Ini disebut fokal atau lokal karena hanya mempengaruhi bagian-bagian tertentu dari tubuh, seperti ketiak, selangkangan, kepala, wajah, tangan, atau kaki. Gejala juga cenderung simetris, terjadi di kedua sisi sama.

Mengapa itu terjadi? Para ahli tidak yakin, tapi hiperhidrosis fokal primer tampaknya berasal dari kerusakan kecil pada sistem saraf.

Sementara hiperhidrosis fokal primer tidak berisiko, menggagu kesehatan, tapi dapat menyebabkan masalah dalam hidup Anda. "Hiperhidrosis fokal primer benar-benar dapat mengganggu kualitas hidup Anda," kata Glaser, seperti dilansir Webmd, Rabu (14/9/2016).

Beberapa orang hanya terganggu oleh keringat berlebihan. Mereka malu dan membatasi kehidupan sosial serta pekerjaan mereka saat mengalami keringat berlebih.

Hiperhidrosis sekunder umum, tipe ini menyebabkan keringat berlebih bukan hanya di tangan dan kaki, tapi di seluruh tubuh. Hiperhidrosis sekunder umum lebih mempengaruhi kesehatan seseorang.

Ini disebut sekunder karena disebabkan oleh sesuatu yang lain, seperti kondisi kesehatan yang mendasarinya. Salah satu tanda-tanda hiperhidrosis sekunder umum adalah berkeringat berlebihan di malam hari.

Ada banyak kemungkinan pemicu hiperhidrosis sekunder umum, termasuk sejumlah kondisi medis dan penyakit yang berbeda, antara lain menopause, kehamilan, masalah tiroid, diabetes, kecanduan alkohol, penyakit menular seperti TBC, penyakit parkinson, radang sendi, stroke, gagal jantung, kanker seperti leukemia dan limfoma.

Namun ada kekhususan dengan kecemasan. Orang yang memiliki gangguan kecemasan mungkin berkeringat lebih daripada orang lain. Tetapi para ahli mengatakan bahwa keringat orang yang cemas tidak sama dengan hiperhidrosis.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini