nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Empat Jenis Obat yang Memicu Lelah dan Kantuk

Erika Kurnia, Jurnalis · Kamis 15 September 2016 05:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 09 14 481 1489400 empat-jenis-obat-yang-memicu-lelah-dan-kantuk-qPVR00BhYs.jpg Ilustrasi (Foto: Menshealth)

ANDA mungkin pernah melihat iklan atau mencoba obat pilek atau flu anti kantuk. Pada dasarnya obat-obatan seperti itu dibuat agar Anda beristirahat, namun ini bisa berbahaya jika Anda harus berkendara atau menurunkan produktivitas saat harus bekerja.

Jika Anda tidak suka membaca efek samping dari zat dalam obat-obatan tertentu, Anda bisa mengingat beberapa bentuk obat berikut yang bisa memicu kelelahan dan kantuk sebagai berikut.

Antidepresan

Obat ini paling sering diresepkan terutama bagi perempuan di banyak negara. Obat ini bekerja untuk menenangkan dengan kandungan SSRIs yang mengatur serotonin untuk membantu Anda tidur. Meskipun SSRI cenderung kurang digunakan, antidepresan yang baru pun masih membuat yang minum merasa lesu.

Antihistamin

Obat anti alergi juga cenderung dapat membuat Anda mengantuk. Sementara histamin memberi energi yang memicu alergi, antihistamin bekerja memblok reaksi alergi dan fungsi normal otak. Akibatnya, Anda akan merasakan kantuk setelah minum obat alergi.

Obat tekanan darah

Penderita tekanan darah atau hipertensi kerap diobati dengan beta blocker. Tetapi obat ini sering tidak disukai karena membuat mereka merasa seperti sedang terserang flu. Beta blocker menghambat produksi adrenalin, memperlambat denyut jantung, menurunkan tekanan darah, dan selanjutnya memicu kelelahan.

Menurunkan dosis obat adalah solusinya. Namun, jika itu tidak berhasil mengalahkan efek kantuk, meminta saran dokter untuk beralih ke ACE inhibitor, yang berfungsi melebarkan pembuluh darah, mungkin bisa membantu.

Obat anti depresi

Benzodiazepin adalah salah satu obat yang paling banyak diresepkan di dunia dan obat ini menyebabkan kelelahan. Obat ini mengikat ke reseptor di otak yang melepaskan bahan kimia yang disebut GABA.

Ketika GABA dilepaskan, otak dan tubuh akan mendapat sinyal untuk bersantai yang dapat memberikan bantuan singkat untuk atasi kecemasan. Demikian seperti dilansir dari Prevention, Rabu (14/9/2016).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini