nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rahasia New York Bikin Wanita Aman Gunakan Transportasi Umum

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Jum'at 16 September 2016 23:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 09 16 406 1491468 rahasia-new-york-bikin-wanita-aman-gunakan-transportasi-umum-wlv7Q5LbO9.jpg New York transportasi paling aman untuk wanita (Foto: Metro)

NEW YORK menempati posisi pertama dalam hal keamanan transportasi umum bagi kaum wanita. Inilah rahasianya!

Lalu apa yang dilakukan pemerintahan setempat untuk melindungi wanita dari pelecehan seksual saat naik transportasi umum?

Laporan dari Department of Transportation Amerika Serikat, di sana rekor 40 persen dari seluruh rumah tangga ibu-ibu merupakan sumber utama pendapatan bagi keluarga.

Ibu yang bekerja dengan pendapatan tahunan rata-rata USD23 ribu atau setara Rp300 jutaan per tahun, lebih mungkin tergantung pada transportasi umum untuk bepergian ke tempat pekerjaan mereka.

Di New York, 30 persen perempuan di survei Thomson Reuters Foundation melaporkan mengalami kekerasan verbal atau fisik saat naik transportasi umum, sementara di Mexico City lebih dari 60 persen melaporkan kekerasan tersebut.

Peneliti menghubungkan sistem transportasi umum di New York relatif aman untuk penumpang wanita karena ada kamera CCTV, kehadiran polisi dan poin komunikasi, di mana penumpang yang bersangkutan bisa melaporkan penyalahgunaan.

Awal bulan ini, The New York City Metropolitan Transit Authority (MTA) mengumumkan bahwa mereka telah memerintahkan 940 kereta bawah tanah yang baru dilengkapi dengan kamera untuk melayani pencegah kejahatan di dalam gerbong, salah satunya pelecehan wanita.

Kondisi di dalam kereta remang-remang, stasiun berbahaya dan tingkat kejahatan merajalela dari tahun 1990-an hanyalah kenangan dari 1,7 miliar orang yang naik kereta bawah tanah setiap tahunnya. Namun, kondisi itu kini berubah.

"Saya suka transportasi New York City. Mungkin tempat teraman di New York. Ada kamera di mana-mana. Saya selalu merasa aman, bahkan larut malam," kata Francesca, seorang pembuat film dan mahasiswa di Hunter College seperti dilansir Aljazeera, Jumat (16/9/2016).

Selain kamera dan polisi, peningkatan jumlah kota yang bereksperiman memberikan zona khusus wanita dalam sistem transportasi publik juga mengurangi masalah pelecehan seksual.

Di Abu Dhabi dan Mexico City, wanita merasa lebih aman ketika naik taksi. Sementara 70 persen wanita yang disurvei oleh Thomson Reuters Foundation mengatakan mereka akan merasa lebih aman di zona satu jenis kelamin, termasuk New York, Moskow, London dan Paris.

Pendukung hak-hak wanita juga mengatakan gagasan ini lebih dari sebuah "kelompok bantuan" dibanding solusi.

Sebab, wanita juga haru mengubah perilaku mereka bukannya menangani akar penyebab masalah. Emily Mei, co-faunder kelompok anti-pelecehan Hollaback! di New York mengatakan tidak ada "satu ukuran yang cocok untuk semua" dalam hal solusi untuk menghentikan pelecehan pada sistem transportasi umum.

"Tentu saja ada di beberapa negara di mana dibuat gerbong khusus wanita telah dilaksanakan dan mereka merasa jauh lebih aman karena itu," kata May.

"Kami tidak ingin mengatakan menjadi wanita harus naik di mobil yang berbeda atau bahwa mereka harus berjalan menyusuri jalan yang berbeda atau memakai pakaian yang berbeda," paparnya.

Perlu diketahui Thomson Reuters Foundation mensurvei lebih dari 6.000 wanita di 15 Ibu Kota dunia. Namun Kairo, Dhaka, Kinshasa, Tehran dan Baghdad tidak bisa disurvei karena keterbatasan logistik.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini