Masyarakat Dunia Mulai Meninggalkan Konsumsi Jus Jeruk

Dinno Baskoro, Jurnalis · Minggu 18 September 2016 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 17 298 1491999 masyarakat-dunia-mulai-meninggalkan-konsumsi-jus-jeruk-kLOOqharIK.jpg Masyarakat dunia mulai mengurangi konsumsi jus jeruk (Foto: Alldesktop)

SELAIN kopi dan teh, jus jeruk termasuk dalam minuman populer yang kerap dikonsumsi saat sarapan. Kebiasaan konsumsi jus jeruk telah lama dilakukan di banyak negara, seperti Brasil, Amerika, Inggris dan lain-lain.

Meski konsumsi jus jeruk punya banyak manfaat baik bagi tubuh. Namun setiap tahun jumlah konsumsi jus jeruk terus merosot. Dari laporan Nielsen, penjualan jus jeruk dunia menurun 4,1 persen pada tahun lalu.

Berikut pemaparan selengkapnya mengapa jumlah konsumsi jus jeruk dunia terus menurun, seperti dikutip Thedailymeal.

Banyak yang mulai minum jus kekinian dan sehat

Budaya minum jus masyarakat kini sudah berubah. Banyak orang lebih memilih untuk konsumsi jus kekinian yang terus bermunculan. Jus kekinian itu seperti jus kemasan, jus konsentrat yang terbuat dari buah-buahan selain jeruk. Hal itu yang membuat peminat jus jeruk terus merosot dari tahun ke tahun. Pilihan jus sehat seperti green juice juga banyak tersedia.

Anggapan jus jeruk kemasan mengandung banyak gula

Saat ini banyak orang memilih untuk mengurangi konsumsi gula karena dinilai lebih sehat. Hal itu membuat jumlah konsumsi jus jeruk terus menurun karena jus jeruk kemasan pada umumnya dinilai terlalu manis.

Huanglongbing (penyakit tanaman jeruk)

Huanglongbing merupakan penyakit tanaman jeruk yang masih jadi momok mengerikan bagi produsen jeruk. Akibat infeksi penyakit yang menyebar melalui perbanyakan vegetatif dan penularan serangga, tanaman jeruk dapat mengalami penurunan produksi buah drastis. Tak hanya itu kualitas buah jeruk juga berkurang.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini