Menggoyang Lidah dengan Nasi Gulung Khas Wonocolo

Nurul Arifin, Jurnalis · Selasa 20 September 2016 17:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 09 20 298 1494116 menggoyang-lidah-dengan-nasi-gulung-khas-wonocolo-KtAEOJdZhG.jpg Nasi Gulung Desa Wonocolo (Foto: Nurul Arifin)

NAMA Teksas dengan Texas jelas berbeda. Jika ditulis dengan kata "Texas" tentu langsung mengarah kepada salah satu negara bagian di Amerika Serikat.

Namun, jika ditulis dengan 'Teksas' maka langsung mengarah di salah satu tempat yang berada di Kabupaten Bojonegoro yang dikenal dengan "Teksas Wonocolo".

Tempat ini merupakan destinasi wisata Geologi tambang minyak tradisional pertama kali di Indonesia dan kemudian dikenal dengan Litle Teksas Wonocolo.

Di tempat ini selain dikenal sebagai ladang tambang minyak yang dikelola oleh warga setempat sejak zaman penjajahan, di tempat ini juga terdapat kuliner yang cukup menggona selera, yakni Nasi Gulung ala Teksas Wonocolo.

Diberi nama Nasi Gulung karena dalam proses penyajiannya digulung dengan daun pisang. Uniknya Nasi Gulung ini bisa bertahan hingga tiga hari tanpa basi. Untuk membuat Nasi Gulung ini, tergolong mudah tanpa ada bumbu rahasia.

Semula menanak nasi seperti biasanya. Setelah nasi sudah matang, diambil dua centong kemudian diletakkan di daun pisang.

Kemudian, Nasi tersebut digulung dengan tangan sembari merapikan ujung-ujung daun tersebut. Jika nasi sudah di dalam gulungan daun pisang, kemudian dikukus selama 1 Jam di atas nyala api sedang.

Nasi Gulung terasa nikmat jika proses mengukus ini menggunakan kayu bakar. Setelah dikukus nasi didinginkan dan baru bisa dinikmati.

Di Kawasan Teksas Wonocolo yang berada di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan ini, Nasi Gulung disajikan dengan Sambal Teri dan Ayam Goreng.

"Nasi Gulung ini bisa bertahan hingga tiga hari. Yang menjadi awet karena dibungkus dengan daun pisang itu," kata Sulastri, warga Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, salah satu pembuat Nasi Gulung ini.

Menurutnya, Nasi Gulung ini berbeda dengan lontong meski sama-sama dibungkus dengan daun pisang.

"Kalau lontong, beras dibungkus daun pisang kemudian direbus hingga matang. Nah, kalau nasi Gulung ini berbeda," jelasnya.

Nasi Gulung ini, katanya, hanya bisa ditemukan di sejumlah warung di sekitar lokasi tambang. Namun, karena kawasan tersebut sudah diresmikan sebagai salah satu destinasi kabupaten Bojonegoro, rencananya Nasi Gulung akan dijual di setiap warung di lokasi tambang. Tujuannya adalah memberikan sensasi tersendiri bagi para pengunjung lokasi wisata geoglogi itu.

"Kedepan pengunjung bisa menemukan nasi gulung di setiap warung dan lauk dari nasi gulung ini beragam," imbuhnya.

Faiq Nuraini, salah satu pengunjung wisata Litle Teksas Wonocolo mengaku baru pertama kali menikmati Nasi Gulung ini.

Dalam menikmati Nasi Gulung ini, Faiq berkeringat ketika merasakan pedasnya sambal teri sebagai pendamping Nasi Gulung ini. "Nasinya rasanya unik, pun demikian dengan rasa pedasnya sambal teri," terang Faiq.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini