Polusi Udara Picu Penyakit Otak, Jantung dan Paru-Paru?

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 26 September 2016 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 24 481 1497562 polusi-udara-picu-penyakit-otak-jantung-dan-paru-paru-h5BTHAMKn3.jpg Ilustrasi (Foto: Star2)

PARTIKEL mikroskopis dari polusi udara telah ditemukan dalam jaringan otak manusia. Menurut sebuah studi baru, ini bisa menjadi pertanda peningkatkan risiko penyakit otak, termasuk Alzheimer.

Para penulis studi mendesak penelitian lebih lanjut ke tahap meneliti kemungkinan apakah membahayakan kesehatan manusia. Karena, beberapa ahli memperingatkan, terlalu dini untuk menarik adanya hubungan antara partikel mikroskopis dengan penyakit neurodegeneratif.

Sebelumnya, sebuah tim ilmuwan dari Inggris, Meksiko dan Amerika Serikat melakukan tes magneitk pada jaringan otak beku yang diperoleh dari 37 orang berusia 3 sampai 92 tahun. Mereka menemukan nanopartikel magnetit, suatu bentuk bijih besi yang tampak berbeda dari yang terbentuk secara alami oleh otak manusia.

Sebaliknya, partikel menunjukkan kesamaan menarik untuk partikualt yang dibentuk oleh pembakaran bahan bakar, biasanya ditemukan dari polusi udara perkotaan. Hal ini bisa dari knalpot kendaraan, asap pabrik dan asap memasak dalam ruangan.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan korelasi antara jumlah magnetit otak dan timbulnya penyakit Alzheimer. Paparan udara nanopartikel magnetit mungkin perlu diteliti sebagai kemungkinan bahayanya untuk kesehatan manusia," tulis para peneliti dalam journal Proceedings Of The National Academy Of Sciences yang dikutip Star2.

Sementara, para ahli yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, temuan itu belum memberikan bukti yang menyakinkan bahwa partikel berasal dari polusi. Bahkan, para peneliti yang tidak terlibat dalam penelitian belum yakin partikel tersebut berhubungan dengan penyebab Alzheimer.

"Perlu ada studi lebih lanjut untuk membandingkan magnetit dalam otak pasien Alzheimer dari kota yang tinggi dan rendah polusi udara," tutur Jennifer Pacock dari University College London Institute of Neurology.

Sementara, peneliti lain berpendapat bahwa partikel magnetit dapat menimbulkan kekhawatiran lain. Karena, partikel ini juga telah dikaitkan dengan penyakit kronis lainnya.

"Partikel ini adalah menimbulkan keprihatinan lain, karena telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan paru-paru," ungkap Dobson dari Science Media Centre di London.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini