Seberapa Baikkah Pemakaian Gula pada Masakan?

Johan Sompotan, Jurnalis · Minggu 25 September 2016 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 25 298 1498198 seberapa-baikkah-pemakaian-gula-pada-masakan-zzi01Mlxsh.jpg Penggunaan Gula yang tepat gula untuk masakan (Foto: Imgsplanet)

PENGGUNAAN gula identik pada minuman, bahkan gula kerap digunakan untuk masakan. Seberapa baikkah penggunaan gula pada masakan? Ini jawabannya.

Di jaman sekarang ini, banyak orang perlahan mulai menanggalkan penggunaan gula. Alasannya cukup sederhana, yakni ingin tubuhnya sehat.

Ada pula masyarakat Indonesia bahkan dunia masih menggunakan gula pada masakan maupun membuat minuman. Lantas seberapa baikkah gula pada masakan maupun minuman?

"Problema ini hanyalah sebatas kesalahpahaman, di mana banyak menganggap pemakaian gula itu tidak sehat. Padahal, semuanya bergantung pada penakaran atau penggunaan gula dalam aturan konsumsi," jelas Chef Yeni kepada Okezone di Jakarta.

Diakuinya, hampir semua makanan yang dikonsumsi tentu memiliki kadar gula. Sebaiknya, masyarakat Indonesia harus mengetahui seberapa besar konsumsi gula setiap hari.

Chef Yani mengatakan dalam penggunaan gula pada masakan tentu harus mengenal terlebih dahulu karakter dari gula yang akan digunakan.

"Gula pasir itu untuk berbagai masakan dan minuman, sedangkan gula kastor dipakai untuk kue, selain itu ada gula palem yang dipakai untuk minuman dan kue, terakhir ada gula batu yang digunakan untuk minuman. Pada dasarnya, semua gula enak, karena bentuk gula pasir lebih granulate, gula batu membentuk rasa, sedangkan gula kastor memiliki karakter yang halus. Satu lagi gula merah atau gula palem lebih lengket," tambahnya.

Hal serupa diutarakan oleh Communication Officer Gulaku, Fiter Cahyono. Menurutnya, gula dibutuhkan untuk mengembalikan metabolisme tubuh saat kondisi sudah dibawah rata-rata.

"Gula berfungsi mengembalikan tenaga saat beraktifitas. Hanya saja pemakaian gula harus diperhatikan. Dalam satu hari cukup 4 sendok teh saja," paparnya.

Praktisi kuliner Sisca Soewitomo juga ikut menjelaskan jika gula memiliki sifat yang tak dimiliki oleh bahan makanan lainnya.

Diakuinya, dengan diberi diberi gula maka makanan tentu akan lebih nikmat saat disantap. Fungsi gula hanyalah untuk menguatkan rasa di makanan.

Lantas, dimanakah paling tepat penaruhan gula pada saat memasak? "Bicara masakan, ditaruh pada bagian terakhir sebelum masakan itu matang. Mengapa? karena bila di awal seperti menumis, maka rasa akan meng-caramelize atau menutup dari rasa masakan yang dimasak. Sedangkan di bagian akhir lebih kepada penyempurnaan saja," tukasnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini