nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berlibur ke Hong Kong, Turis Thailand Ini Diperlakuan Tak Baik dari Imigrasi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 27 September 2016 20:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 09 27 406 1500187 berlibur-ke-hong-kong-turis-thailand-ini-diperlakuan-tak-baik-dari-imigrasi-GciOdGOjJx.jpg Hong Kong (Foto: Compete)

PETUGAS Imigrasi Hong Kong kembali melakukan tindakan tidak terpuji terhada dua wanita transgender adal Thailand. Insiden ini terjadi di Bandara Internasional Hong Kong pada hari Sabtu lalu.

Kedua wanita itu dicecar sejumlah pertanyaan oleh petugas imigrasi, setelah melihat sejumlah data bahwa mereka tiba menggunakan salah satu penerbangan dari Bangkok, Thailand.

Mereka menjelaskan kepada petugas imigrasi bahwa, tujuan mereka mengunjungi Hong Kong adalah untuk keperluan belanja dan berwisata.

Namun sayangnya, petugas imigrasi Hong Kong tidak memenuhi permintaan tersebut dan justru menyuruh mereka menandatangani dua dokumen sekaligus.

Salah satu dokumen berisikan formulir untuk mengkonfirmasi, bahwa mereka telah menyelesaikan operasi kelamin total.

Sedangkan dokumen lainnya untuk mengkonfirmasikan mereka bersedia diterbangkan kembali ke Thailand.

Merasa mendapatkan perlakuan tidak sopan, kedua wisatawan itu menolak untuk menandatangani dokumen tersebut. Mereka pun dipulangkan secara paksa pada penerbangan berikutnya.

Menurut salah satu pengacara wisatawan itu, Jonathan Man Ho-ching, mengatakan bahwa kliennya mendapatkan perlakukan diskriminasi yang dilakukan para petugas imigrasi Hong Kong.

Ia juga mengungkapkan, kliennya mendapatkan pertanyaan tidak sopan seperti apakah mereka benar-benar "sudah dipotong" (sebuah istilah vulgar untuk operasi kelamin).

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Departemen Imigrasi Hong Kong, mengatakan, kedua wisatawan itu dinilai "mencurigakan" dan "gagal meyakinkan" petugas bahwa tujuan mereka mengunjungi Hong Kong adalah untuk keperluan wisata.

Sebuah kritikan keras pun akhirnya dilayangkan oleh Joanne Leung Wing-yan, Ketua Transgender Resource Centre.

Menurutnya, tidak ada alasan apa pun untuk meminta kedua pasangan itu meninggalkan Hong Kong.  Ini bukan pertama kalinya, pihak berwenang Hong Kong menghadapi kritikan internasional atas perlakuan mereka terhadap wisatawan transgender.

Pada 2013 lalu, seorang wanita transgender mengaku telah diperlakukan "seperti binatang" oleh petugas imigrasi dan bea cukai Hong Kong. Ia pun mendapatkan banyak celaan karena gaya berpakaiannya yang dianggap aneh.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini