Kalbar KLB Rabies, Lutut Gubernur Cornelis Gemetaran

Dina Prihatini, Jurnalis · Rabu 28 September 2016 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 28 481 1500920 kalbar-klb-rabies-lutut-gubernur-cornelis-gemetaran-QLkfT24WHW.jpg Menkes minta masyarakat peduli Rabies (Foto: Kemenkes/Twitter)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Barat komitmen mengatasi serangan virus rabies yang sudah melanda di delapan Kabupaten yang ada.

Keseriusan memberantas virus rabies ditunjukan dengan datangnya lagi bantuan dari Kementerian Kesehatan berupa vaksin rabies untuk hewan sebanyak 25000 dosis, kulkas 10 unit, coolbox 10 unit dan Vaksin Anti Rabies 82 vial.

Bantuan tersebut diserahkan Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek kepada Gubernur Kalbar Cornelis, saat peringatan Hari Rabies Sedunia di Pontianak, Rabu (28/9/2016).

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mencanangkan Kalimantan Barat bebas rabies pada 2020 akibat dari provinsi Kalbar yang telah ditetapkan sebagai daerah dengan kejadian luar biasa (KLB) rabies.

"Provinsi Kalbar perlu perhatian serius dengan banyaknya orang terjangkiti rabies akibat digigit hewan yang terinfeksi," kata Nila.

Menurut Menkes, Kalbar merupakan daerah yang memiliki tantangan tinggi terkait penularan rabies karena wilayahnya sangat luas dan merupakan daerah perbatasan dengan Malaysia dan Singapura, rentan mendapatkan bibit penyakit lain, seperti virus Zika.

"Dengan begitu, tantangan ancaman kesehatan terbilang tinggi di Kalbar," cetusnya.

Dia mengatakan pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah daerah di Kalbar untuk memerangi penularan rabies.

Kalbar, kata dia, sempat mendapatkan predikat kawasan bebas rabies pada rentang 2006-2014. Tetapi pada 2015 ditemukan kasus rabies dan mengkhawatirkan masyarakat.

Gubernur Kalbar, Cornelis mengaku tingginya angka kasus rabies yang menimpa delapan kabupaten membuat dirinya khawatir. Kasus yang menjadikan Kalbar divonis Kejadian Luas Biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini dinilai sangat membuat dirinya sempat panik.

“Rabies ini bikin lutut bergegar, oleh karena itu kita bersatu, termasuk Polri dan TNI untuk mengatasi masalah ini, dan saya sempat panik, karena vaksin tidak ada, delapan kabupaten sudah ada, dan jika udah kena ini, ukurannya mati,” ujarnya.

Untuk menekan kasus rabies tersebut, Cornelis meminta kepada semua stakeholder untuk bersatu padu memberikan penyuluhan, dan panganan terhadap penyakit yang diturunkan oleh hewan itu.

"Pada tahun 2006 sampai tahun 2014 kasus rabies tidak ada di Kalbar, namun pada tahun 2015 sampai 2016 ini kasusnya malah luar biasa.

Persoalan rabies," kata Cornelis, Bahayanya bukan hanya untuk hari ini, dikatakan Cornelis tetapi juga masa depan generasi muda akan terancam jika kasus rabies tidak bisa diatasi. Menurut orang nomor satu di Kalbar itu, saat ini Indonesia sendiri masih mengimpor vaksin rabies, sementara perusahaan yang memproduksi vaksin itu hanya ada dua di seluruh dunia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini