Kenali Gejala-Gejala Anda Terkena Hepatitis B

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2016 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 03 481 1505208 kenali-gejala-gejala-anda-terkena-hepatitis-b-W6kD7hVCgZ.jpg Ilustrasi (Foto: Hepatitiscentral)

KEBANYAKAN orang tidak mengalami gejala apapun selama fase akut infeksi hepatitis B. Namun, beberapa orang memiliki beberapa gejala yang berlangsung beberapa minggu, termasuk menguningnya kulit dan mata, urin berwarna gelap, kelelahan, mual, muntah dan sakit perut.

Sebagian kecil orang dengan hepatitis akut dapat mengembangkan gagal hati akut yang dapat menyebabkan kematian.

Dilansir dari situs resmi WHO, pada beberapa orang virus hepatitis B juga dapat menyebabkan infeksi hati kronis yang nantinya bisa berkembang menjadi sirosis, kanker hati atau liver.

Kemungkinan infeksi hati menjadi kronis tergantung pada usia di mana seseorang terinfeksi. Anak-anak kurang dari 6 tahun yang terinfeksi dengan virus hepatitis B paling mungkin untuk mengembangkan infeksi hati kronis.

Penelitian pada bayi dan anak-anak, menemukan 80-90 persen dari bayi yang terinfeksi pada usia 1 tahun dapat mengembangkan infeksi hati kronis. Kemudian 30-50 persen anak-anak yang terinfeksi sebelum usia 6 tahun juga dapat mengembangkan infeksi hati kronis.

Sedangkan pada orang dewasa, kurang dari 5 persen dari orang sehat yang terinfeksi sebagai orang dewasa akan mengembangkan infeksi hati kronis dan 20-30 persen dari orang dewasa yang terinfeksi kronis akan mengembangkan sirosis atau kanker hati.

Tes laboratorium dibutuhkan untuk membedakan diagnosis hepatitis B dengan virus hepatitis lain. Serangkaian tes darah juga dapat digunakan untuk mendiagnosa dan memantau orang yang mengidap hepatitis B.

Diagnosis laboratorium infeksi hepatitis B berfokus pada deteksi antigen permukaan hepatitis B HBsAg. WHO merekomendasikan bahwa semua sumbangan darah harus diuji hepatitis B untuk memastikan keamanan darah dan menghindari penularan pada orang yang menerima produk darah.

Infeksi akut HBV ditandai dengan adanya HBsAg dan immunoglobulin M (IgM) antibodi terhadap antigen inti, HBcAg. Selama fase awal infeksi, pasien juga seropositif untuk hepatitis B e antigen (HBeAg).

HBeAg biasanya penanda tingkat tinggi replikasi virus. Kehadiran HBeAg menunjukkan bahwa darah dan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi yang sangat menular.

Sedangkan infeksi kronis ditandai dengan masih adanya HBsAg selama minimal 6 bulan (dengan atau tanpa bersamaan HBeAg). Kegigihan HBsAg adalah penanda utama risiko untuk mengembangkan penyakit hati kronis dan kanker hati (hepatocellular carcinoma) di kemudian hari.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini