Penderita Hepatitis B Perlu Mendapatkan Perawatan Suportif

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2016 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 04 481 1505938 penderita-hepatitis-b-perlu-mendapatkan-perawatan-suportif-Od6YoBZKIw.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

ORANG yang Anda sayangi menderita Hepatitis B? Anda tak perlu khawatir. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah memberikan perawatan suportif dan memberinya semangat.

Dr Kimberly Brown, MD, kepala divisi gastroenterologi dan hepatologi di Rumah Sakit Henry Ford, mengatakan para penderita hepatitis memang perlu diisolasi untuk menghindari penularan terhadap orang lain.

Menurut dr Gulati, isolasi ini perlu diilakukan. Pasien perlu menggunakan kamar mandi yang terpisah, menjaga sikat giginya jauh dari sikat gigi yang lain, serta mencuci tangan di wastafel terpisah.

Bahkan, laundry dan seprai perlu dicuci secara terpisah dari anggota keluarga lain. Tak lupa, seprai dicuci dengan menggunakan air panas dan cairan disinfektan.

"Kamar mandi perlu didekontaminasi, termasuk dibersihkan dengan cairan disinfektan," tambah dr Gulati. Anda juga bisa mencampurkan tree oil dan sabun ke dalam air panas sebagai pengganti disinfektan.

Rutinitas ini membutuhkan kedisiplinan dan dilakukan secara teratur. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan penularan.

Kendati demikian, para penderita hepatitis B yang terisolasi bisa saja merasa terkucilkan. Perlakuan ini memang membedakan dirinya dengan orang sehat. Tak sedikit di antara mereka yang mengalami masa depresi, misalnya merasa cemas hingga mudah marah.

Maka dari itu, orang terdekat memiliki peran dan andil penting dalam memberikan dukungan pasien hepatitis.

"Depresi adalah hal yang umum dan penting untuk mencari dukungan melalui kelompok suport, teman-teman terpercaya, keluarga, atau komunitas basis online," ungkap dr Gulati.

Orang terdekat bisa mengingatkan pasien untuk melakukan diet sehat, banyak istirahat, serta mengindari pasien dari konsumsi alkohol dan makanan yang memperparah kondisi pasien. Memberikan perhatian dan pendekatan kepada pasien, membuatnya merasa leih baik dan merasa mendapatkan kekuatan. Demikian diberitakan dari Everydayhealth, Selasa (4/10/2016).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini