Tips Hindari Dampak Buruk Keputihan saat Hamil

Erika Kurnia, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2016 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 06 481 1507850 tips-hindari-dampak-buruk-keputihan-saat-hamil-b9qISBxLPJ.jpg Ilustrasi (Foto: 123dentist)

KEPUTIHAN bisa menjadi salah satu tanda infeksi pada organ kewanitaan. Ibu hamil harus menghindari terjadinya keputihan karena infeksi karena bisa berdampak negatif pada kesehatan ibu dan pertahanan janin dalam kandungan.

Menurut dr Liva Wijaya, SpOG, spesialis kedokteran obstetri dan ginekologi dari RS Mitra Kemayoran, keputihan atau keluarnya cairan dari organ kewanitaan saat hamil yang bersifat fisiologis nomal-normal saja. Namun, keputihan karena infeksi atau yang bersifat patologis harus dihindari.

"Keputihan saat hamil dengan cairan putih tidak berlebihan itu alami. Tapi kalau sudah gatal dan bau itu keputihan patologis. Kalau terus menerus infeksi bisa memicu ketuban pecah, kelahiran prematur, atau bakteri masuk ke rahim dan menginfeksi janin," jelas dr Liva, dalam seminar media, di Kebayoran Baru, Kamis (6/10/2016).

Ibu hamil memiliki faktor yang yang membuat organ intim rentan infeksi, seperti hormon estrogen dan kelembaban yang lebih tinggi. Untuk itu, ibu hamil harus bisa menjaga organ intim tetap kering dan bersih untuk menghindari infeksi yang tidak diinginkan.

"Daerah kewanitaan harus dijaga tetap kering, praktikkan cara mencuci kemaluan yang benar, jangan gunakan celana dalam ketat dan pilih yang bisa menyerap keringat. Dan kalau tidak perlu (tidak ada infeksi) sebaiknya tidak usah pakai sabun pembersih kewanitaan, karena penggunaan yang salah bisa menginduksi bakteri," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini