Risiko Jarang Ganti Pembalut saat Haid

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 07 Oktober 2016 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 07 481 1508746 risiko-jarang-ganti-pembalut-saat-haid-DheaEy3SG3.jpg Ilustrasi (Foto: Boldsky)

KETIKA darah menstruasi sedang deras-derasnya, jangan malas ganti pembalut setiap 3-4 jam sekali. Menstruasi membuat organ kewanitaan lebih rentan infeksi bakteri karena tingginya keasaman dan kelembaban, yang kemungkinan terburuknya bisa memicu infeksi panggul.

"Darah haid membuat organ kewanitaan lebih lembab. Darah juga jadi nutrisi bagi pertumbuhan bakteri jahat yang bisa merugikan kalau terus dibiarkan. Ditambah dengan kondisi lingkungan kita yang lemban," kata dokter spesialis obsteri dan ginekologi, dr Liva Wijaya, SpOG.

Ketika pertumbuhan bakteri berlebih dibiarkan dalam waktu lama, kuman dapat masuk ke dalam organ reproduksi wanita dan menginfeksi sampai ke indung telur yang bisa mengancam kesuburan.

"Kalau kuman sudah masuk ke organ dalam dan tidak dapat ditahan oleh pertahanan tubuh, mereka bisa merusak jaringan apa saja yang dihinggapi di organ reproduksi. Bahkan bisa masuk ke pembuluh darah, sebabkan infeksi panggul dan yang lainnya,” jelasnya.

Infeksi pada awalnya bisa tidak bergejala. Gejala seperti keputihan yang berbau dan berwarna, nyeri, dan gatal bisa jadi pertanda infeksi tingkat lanjut. Dampak paling buruk bisa sebabkan infertilitas.

(hel)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini