FEATURE : Ada Apa dengan Rambut Gimbal?

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Sabtu 08 Oktober 2016 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 08 194 1509447 feature-ada-apa-dengan-rambut-gimbal-eFSkqWH2MQ.jpg Kylie Jenner sempat bergaya rambut gimbal di tahun 2015 (foto: teenvogue)

BELUM lama ini Rihanna secara perdana memamerkan model rambut barunya yang bergaya gimbal melalui akun Instagram. Rambut gimbal atau dikenal dengan dreadlock memang tidak hanya populer di kalangan pria, tetapi, kini sudah diikuti oleh para wanita, bahkan beberapa aktris Hollywood pun tampak cantik dengan tampilan rambut gimbalnya.

Namun, tahukah Anda gaya rambut yang menjadi identitas penampilan penyanyi reggae legendaris, Bob Marley ini memiliki sejarah yang mendalam?

Ya, jauh sebelum menjadi tren model rambut, rambut gimbal telah menyusuri sejarah yang panjang. Menurut penata rambut selebriti, Lavette Slater, konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak 2500 SM. Misalnya, sosok Tutankhamen, Firaun dari Mesir Kuno, hingga Dewa Shiwa yang juga memiliki rambut gimbal.

Rambut gimbal dipercaya dapat menahan energi tubuh yang keluar melalui kepala atau ubun-ubun. Ini seperti halnya kisah Samson dan Delilah yang kekuatannya menghilang usai rambutnya dipotong.

“Orang-orang dari agama yang berbeda melihat rambut gimbal sebagai simbol kekuatan dan kekuasaan. Tidak menyisir rambut memberi arti mengabaikan kesombongan dan hal-hal duniawi. Dan, lebih dari itu, rambut gimbal dapat mencegah energi tubuh yang keluar melalui kepala atau rambut. Dengan begitu, energi tetap dalam tubuh dan membantu menguatkan pikiran, tubuh, dan jiwa,” terang Slater, seperti dikutip Refinery29, Sabtu (8/10/2016).

Pada tahun 1924, Marcus Garvey mendirikan The Universal Negro Improvement Association, yang merupakan gerakan untuk membangkitkan kebanggaan kulit hitam. Sejak saat itu, rambut gimbal memiliki nilai politis suatu pergerakan.

Marcus memperkenalkan gerakan religius dan membangkitkan kesadaran kulit hitam yang mengacu pada Al Kitab. Gerakan ini percaya bahwa Ras Tafari Makonnen yang dikenal sebagai Kaisar Haile Selassie dari Ethiopia pada 1930-an sebagai Juru Selamat. Oleh karena itu, kemudian rambut gimbal identik dengan gerakan Rastafarian. Gerakan ini merupakan simbol pemberontakan orang Jamaika terhadap dominasi kolonial putih sehingga mereka memilih tampilan fisik yang menunjukkan identitas mereka.

Rambut gimbal kian menjadi populer setelah ikon dari musik reggae, Bob Marley dan Jean-Michel Basquiat. Namun, tak hanya para seniman di dunia musik saja yang terkenal dengan rambut gimbal, seorang komedian ternama, Whoopi Goldberg, juga memiliki rambut yang sama.

“Dialah Whoopi, dimulai tahun 1985, yang mendapat izin bahwa orang berkulit hitam bisa berambut gimbal. Ia melakukannya dengan membentuk gaya rambut yang berbeda dengan Jamaika, reggae, atau Rastafaria,” ujar Dr. Bert Ashe, seorang profesor Inggris dan Amerika yang mempelajari tentang rambut gimbal.

Secara bertahap, gaya rambut gimbal pun menjadi berkembang seiring berjalannya waktu, namun dreadlock tetap identik dengan black people atau mereka yang berkulit hitam. Tahun 1980-an dan 1990-an menjadi masa keemasan untuk rambut gimbal, baik pria dan wanita. Sebut saja Lauryn Hill, Ani DiFranco, Boy George, dan Lenny Kravitz memilih bergaya rambut gimbal.

Memasuki tahun 2000-an, mulai bermunculan beberapa selebriti muda berambut gimbal. Diantaranya adalah Zendaya Coleman yang menuai banyak kontroversi terkait model rambut gimbal yang dipilihnya untuk hadir di ajang Oscar 2015. Penyanyi dan aktris ini dikomentari "smells like patchouli oil. Or, weed." karena memiliki model rambut bergaya gimbal.

Selain itu penyanyi Brandy, Ciara, bahkan hingga Kylie Jenner, Justin Bieber, juga pernah mengubah model rambutnya menjadi gimbal.Dan kini Rihanna juga melakukan hal yang sama. Rambut gimbal memasuki era baru, kini rambut gimbal telah menjadi tren fesyen, jauh dari nilai gerakan politis apalagi spiritual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini