nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga Negara Ini Miliki Balapan Paling Unik Sedunia

Erika Kurnia, Jurnalis · Selasa 11 Oktober 2016 07:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 10 10 406 1511172 tiga-negara-ini-miliki-balapan-paling-unik-sedunia-M2L2wsL1Rq.jpg Balapan paling unik yang ada di tiga negara (Foto: Japantimes)

BALAPAN yang melibatkan kursi kantor beroda menyebar di Kyoto, Jepang, hingga Taiwan dan Tiongkok. Hal ini menjadi atraksi menarik untuk disaksikan.

Kegiatan yang diberi nama Isu-1 Grand Prix, pelesetan dari kata Jepang "ISU" untuk kursi dan ajang balap Formula 1.

Satu tim yang terdiri dari tiga orang harus berlomba untuk menjangkau lintasan terjauh selama dua jam lebih sambil duduk di kursi kantor beroda.

Balapan ini pertama kali dimulai di daerah perbelanjaan di Kyotanabe, Prefektur Kyoto, pada Maret 2010 sebagai sebuah acara yang diselenggarakan oleh asosiasi koperasi dengan sekitar 45 pengecer lokal untuk menarik pembeli.

‘Idenya adalah untuk membangkitkan "kenangan di masa kecil"’ kata Tsuyoshi Tahara, kepala asosiasi koperasi Kirara, dikutip dari Japantimes, Senin (10/10/2016).

Yang mengejutkan penyelenggara, sebanyak 32 tim berkumpul untuk balapan perdana dan bersaing sejauh 180 meter di pusat perbelanjaan Kirara. Lomba ini kemudian menjadi acara tahunan karena menarik banyak peminat peserta dan penonton.

Keberhasilan ini membuat ajang balapan diselenggarakan di 12 kota dari Hokkaido di utara ke Kyushu di barat daya.

Acara perlombaan kemudian ditutup oleh media dan rekaman online mereka yang telah menarik sejumlah besar pemirsa.

Pada tanggal 24 April, balapan di luar negeri pertama diadakan di kawasan perbelanjaan di Tainan, sebuah kota di pesisir barat daya Taiwan.

Tahara mengunjungi Tainan dua kali untuk membantu mengatur acara di mana sekitar 100 tim bertanding di hadapan lebih dari 10.000 penonton.

Sebuah ajang balapan juga sukses di Suzhou, Tiongkok, pada 25 Juni lalu, dan diadakan sebagai ajang promosi department store.

Balapan ini sangat melelahkan peserta, membuat sandarna kursi dan sandaran lengan dapat patah karena pembalap bertabrakan dan menabrak satu sama lain. Untuk keamanan, banyak pengendara memakai helm serta lutut dan siku bantalan.

Seiring dengan peningkatan tempat balapan, partisipan mulai meningkatkan keterampilan mereka, melakukan latihan dan lebih selektif dengan kursi mereka.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini