Alasan Perempuan Lebih Rentan Alami Gangguan Jiwa

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Senin 10 Oktober 2016 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 10 481 1511071 alasan-perempuan-lebih-rentan-alami-gangguan-jiwa-lHj5LDOgWR.jpg Perempuan rentan alami gangguan jiwa (Foto: academyadopsicologo)

PERNAH mendengar istilah perempuan memiliki perasaan yang halus dibandingkan laki-laki? Tampaknya, hal ini dibenarkan secara harafiah.

Wanita lebih mudah terpapar stressor dan menyebabkan dirinya trauma terhadap sesuatu yang dihadapinya. Dr dr Nurmiati Amir, SpKJ (K), Psikiater dan Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian Psikiatri menyebutkan bahwa wanita memiliki daya tahan biologi yang rentan dibandingkan laki-laki.

"Wanita lebih mudah terpapar dari kekerasan dan traumatik. Kemudian, daya tahan biologi perempuan lebih rendah," ujar wanita paruh baya yang kerap disapa dr Eti di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016).

Peranan hormon juga mempengaruhi kesehatan jiwa seorang perempuan. Misalnya juga, hormon estrogen pada perempuan, bisa membuat gangguan jiwa lebih sering, dr Eti menjelaskan. 

"Ketika perempuan haid, hamil, menopause, hormon itu sebenarnya berperan pada seseorang untuk tidak mengalami stres dan dari gangguan jiwa. Kadang-kadang hormon estrogen ini turun, lebih rentan terhadap stressor bagi dia (perempuan) dan lebih mudah menimbulkan gangguan jiwa dibandingkan dengan pria," tambahnya.

Meski perempuan dikatakan lebih rentan terkena gangguan jiwa, hal ini dipengaruhi dari berbagai faktor lainnya. Jika seorang wanita memiliki kepribadian yang tangguh dan dapat mengendalikan diri, ia bisa meminimalkan risiko gangguan jiwa lanjutan.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini