Kisah Keberanian Dellie Threesyadinda Taklukkan Busur Panah

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 11 Oktober 2016 19:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 10 11 196 1512012 kisah-keberanian-dellie-threesyadinda-taklukkan-busur-panah-dnPRZqY5Vx.jpg Dellie Threesyadinda (Foto: Instagram)

NAMANYA memang tak sepopuler Susi Susanti. Atlet Bulu Tangkis wanita Indonesia yang berjaya dan ditakuti dunia era 90-an. Indonesia juga memiliki atlet wanita di masa kini yang tak kalah pemberani dan ingin berjaya sejagat raya.

Dia adalah Dellie Threesyadinda, atlet wanita Indonesia dari cabang olahraga panahan. Bagaimana tidak disebut pemberani? Wanita yang lahir pada 12 Mei 1985 ini berani menggeluti olahraga yang tidak feminin.

Panahan bisa dibilang merupakan oleh raga maskulin yang identik dengan pria. Sebab, olahraga ini membutuhkan tenaga kuat untuk mengangkat panah, kemudian butuh konsentrasi tinggi untuk menembak busurnya tepat ke sasaran.

"Banyak orang bilang sepertinya mudah, cuma narik dan lepas tapi busurnya itu berat dan kita harus punya tenaga yang kuat," cetus Dellie saat ditemui Okezone, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Untuk melatih kekuatannya, wanita yang akrab disapa Dinda ini giat berlatih. Dia rutin berlari, sit up, back up, dan latihan apa pun agar strong saat pertandingan. Teriknya panas Matahari tak membuat wanita 31 tahun ini mundur. Baginya, matahari bukan halangan untuk tetap berlatih demi pancapaian tinggi.

"Saya sadar sebagai wanita kita perlu menjaga kecantikan. Tapi, wanita juga jangan cengeng. Matahari sudah menjadi teman bagi saya," ungkapnya lagi.

(Foto: Instagram Delliedinda )

Menurut Dinda, Panahan bukan saja jenis olahraga fisik. Tetapi, juga melatih kekuatan mental. Karena saat bertanding, peserta tidak bersentuhan secara langsung.

"Masing-masing menempati area sendiri-sendiri. Tapi di situ kita bertanding. Ada perasaan nervous dan menguji mental sekali. Kita harus fokus dan mampu menaklukkan diri sendiri dan busur panah di genggaman," celotehnya panjang-lebar.

Bagi atlet yang pernah meraih perak dan perunggu di SEA Games 2007 dan 2009 ini, Panahan adalah olahraga menyenangkan. Untuk itu, ia ingin panahan makin dikenal dan banyak digemari orang-orang.

"Saya ingin Panahan menjadi olahraga yang populer di Indonesia. Makin banyak orang yang tertarik. Jadi, makin besar pula kita melihat bakat-bakat pemanah Indonesia. Kalau tidak dicoba, mana tahu kemampuanya," tutur atlet cantik ini.

Oleh sebab itu Dinda ingin sekali menorehkan banyak prestasi dan membawa pulang medali emas untuk Indonesia agar banyak masyarakat yang tahu olahraga ini.

Sudah Jadi Srikandi sejak Kecil

Cabang olahraga panahan semakin populer ketika muncul film 3 Srikandi. Namun, sebelum film itu tayang di layar lebar, Indonesia sudah memiliki srikandi sejak lama. Ia adalah Dellie Threesyadinda yang mengawali karier sejak usia tujuh tahun.

Jangan heran bila wanita 31 tahun ini sudah memanah sejak usianya masih sangat dini. Sebab Dellie Threesyadinda yang akrab disapa Dinda ini merupakan anak dari atlet panahan senior Lilies Handayani tersebut pernah meraih emas di Asian Grand Prix 2013 di Bangkok, Thailand. Sementara, ayahnya Denny Trisyanto, yang juga berkecimpung dalam dunia memanah.

Dinda layak menyandang sebutan srikandi sejak kecil. Bukan karena dia anak dari atlet panahan, tetapi karena wanita yang lahir pada 12 Mei 1985 ini sudah mengukir prestasi dari cabang olahraga panahan tersebut.

“Dari kecil sudah dikenalkan mama dengan dunia memanah. Saya ingin seperti mama. Usia tujuh tahun saya sudah ikut pertandingan dan langsung membawa pulang emas,” ungkapnya.

(Foto: Instagram Delliedinda)

Sejak saat itu, Dinda serius menekuni cabang olahraga ini. Keseriusan Dinda rupanya terbaca oleh orangtua. Ia pun didorong dan difasilitasi untuk megembangkan bakatnya. Maka, ia pun mulai belajar teknik dan dibekali alat-alat panahan. Selain itu, Dinda didukung oleh pemerintah daerah, Dinda kecil dikirim ke pertandingan-pertandingan panahan setiap tahunnya dan terus mengembangkan potensi hingga sekarang.

Setelah banyak mengikuti kejuaraan tingkat nasional, Dinda kian melebarkan sayapnya hingga ke mancanegara. Salah satu prestasi Dinda di tingkat internasional adalah medali perunggu di nomor beregu yang ia dapatkan dalam ajang Archery World Cup 2016 di Ankara, Turki, Agustus 2016 lalu.

Impian Dinda saat ini adalah ingin memberikan Indonesia emas dari ajang kejuaraan internasional. Untuk itu ia terus berlatih agar impiannya terwujud. “Impian yang belum terwujud bisa bawa emas di kejuaraan dunia. Karena saat ini saya baru menduduki posisi 54 atlet panahan dunia,” ujarnya.

Namun, meski berada di posisi 54 pencapaian Dinda patut diacungi jempol. Sebab, di usianya yang masih muda ia mampu bersaing dengan atlet-atlet panahan senior.

"Saya tak akan berhenti berlatih dan mencoba hal baru. Saya juga tak sungkan bertanya dan sharing dengan teman sesama atlet. Karena latihan saja tidak cukup tanpa berbagi pengalaman,” pungkas Dinda.

Nama : Dellie Threesyadinda

Profesi : Atlet Panahan Nasional

Tanggal Lahir : 12 Mei 1985

Prestasi internasional : Perunggu, nomor beregu, Archery World Cup 2016 di Ankara, Turki.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini