Aristocrat, Koleksi Ready to Wear Sebastian Gunawan dengan Sentuhan Victorian

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Rabu 12 Oktober 2016 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 12 194 1512610 aristocrat-koleksi-ready-to-wear-sebastian-gunawan-dengan-sentuhan-victorian-TcAkDprfZ5.jpg Sebastian Gunawan (foto: arif/okezone)

GAYA fesyen wanita era Victoria kerap kali menjadi inspirasi desainer dalam berkarya. Tema tersebut yang kali ini kembali diterjemahkan dalam koleksi busana terbaru desainer kenamaan Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese.

Bertempat di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, keduanya menyuguhkan peragaan busana bertajuk ‘Aristocrat’. ‘Aristocrat’ merupakan koleksi teranyar melalui lini busana ready to wear deluxe SEBASTIANred dan SEBASTIANsposa, untuk lini gaun pengantin. Seluruh busana ditampilkan melalui inspirasi yang sama.

Ditemui usai peragaan busana, Seba, begitu ia akrab disapa, mengungkapkan jika koleksi teranyarnya ini terilhami dari sebuah film Italia yang menceritakan kaum bangsawan di abad ke-18. Di mana pada zaman tersebut wanita tetap memerhatikan penampilan, yakni dengan banyaknya wanita yang mengenakan busana berpotongan off shoulder, model busana berlengan balon, potongan pinggang kecil, dan rok lebar.

(foto: arif/okezone)

“Melalui gaya fesyen tersebut, kami mencoba menginterpretasikannya ke zaman sekarang. Di mana kami mengaplikasikannya ke busana cocktail yang lebih ringan dan modern. Jadi, meski temanya berat, yakni aristokrat di abad 18-an, tetapi kami garap lebih masa kini,” tutur Seba yang ditemui Okezone Selasa, 11 Oktober 2016, malam.

(foto: arif/okezone)

Hasilnya, sejumlah 78 set busana yang didominasi dengan gaun berpotongan off shoulder, lengan balon, aksen ruffle (tumpuk), aksen cape atau jubah, rok lebar, jumpsuit, cocktail dress, hingga busana bersiluet H dan memeluk tubuh. Seba dan Christina menyuguhkan sesuatu yang fresh dengan padanan maskulin dan feminin melalui aksen kerah putih di beberapa evening dress yang ditampilkan. Gaya ini terinspirasi melalui gaya pria di zaman tersebut yang kerap mengenakan kemeja berkerah dengan tuksedo dan dasi.

“Kerah-kerah putih di gaun malam memang memadukan gaya maskulin dan feminin. Christina mengatakan bahwa perempuan bisa terlihat seksi melalui gaya yang maskulin. Alhasil, diterapkanlah kerah-kerah putih, permainan renda hitam putih, lalu permainan asimetrik dari kesan tuksedo pria, ada jumpsuit dengan potongan jas. Saya dan Cristina ingin menyuguhkan sesuatu yang fresh tetapi tetap tak luput dari wearalibity,” terang desainer yang tergabung dalam keanggotaan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) tersebut.

Untuk koleksi ini, Seba menggunakan material damask, crepe, crepe silk, lace, lace musk, hingga chantily lace dan sifon untuk busana pengantin. Dari segi warna, Seba menghadirkan ragam warna, mulai dari merah, biru, hitam, off white, hingga motif floral.

(foto: arif/okezone)

Sebagai penutup peragaan busana, dihadirkan delapan gaun pengantin dengan detail swarovksi dan kristal serta train yang menyapu lantai. Para model disempurnakan dengan penggunaan kalung mutiara dan headpiece sederhana rancangan desainer Rinaldy A Yunardi yang kian memperkuat tampilan tema aristokrat.

(foto: arif/okezone)

(SLV)

Bagikan Artikel Ini