nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasannya Tak Disarankan Menggunakan Sabun saat Mencukur Janggut

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Sabtu 15 Oktober 2016 17:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 10 15 194 1515765 ini-alasannya-tak-disarankan-menggunakan-sabun-saat-mencukur-janggut-AdiDzmPm9a.jpg Ilustrasi (foto: shutterstock)

KEBIASAAN membersihkan wajah dengan sabun bisa membahayakan kesehatan kulit wajah. Mungkin beberapa di antara Anda punya kebiasaan seperti ini.

Seorang ahli dermatologi, Annie Chiu, tak menyarankan pemakaian sabun untuk memangkas janggut atau bulu-bulu halus di sekitar wajah. Pasalnya, residu pada sabun bisa berdampak pada alat cukur.

"Bahkan, residu pada sabun bisa menghambat kelembutan kulit saat proses pencukuran dan memicu pertumbuhan bakteri pada kulit wajah," ungkap Chiu seperti dikutip dari laman Huffingtonpost, Sabtu (15/10/2016).

Ketika sabun terlalu sering digunakan untuk mencukur, perlahan alat cukur akan terasa tumpul dan menyulitkan Anda untuk mencukur janggut dengan bersih. Kumpulan residu pada alat cukur bisa menimbulkan risiko luka, iritasi, dan infeksi, Chiu menjelaskan. Apalagi, kandungan sabun bisa membuat kulit menjadi lebih kering.

Memang, setelah pencukuran, sel-sel kulit mati akan terangkat dan menimbulkan kulit yang kering. Untuk membuat kulit tetap hidrasi (meski Anda telah menggunakan krim cukur), Chiu menyarankan penggunaan produk untuk melembutkan kulit.

Produk moisturizer yang mengandung minyak biji bunga matahari dan shea butter mampu melembutkan kulit pasca pencukuran janggut. Tak hanya itu saja, pentingnya kandungan vitamin E dalam sebuah produk mampu menunjang kesegatan kulit.

Bagi Anda yang ingin mencukur rambut-rambut halus di area sensitif, tak perlu mengaplikasikan berbagai macam produk kecantikan kulit. Menurut Chiu, terlalu banyak memakai produk krim dapat membuat kulit mudah iritasi.

(SLV)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini