nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minum Jus Daun Pepaya Bisa Mengobati DBD, Mitos atau Fakta?

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 17 Oktober 2016 17:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 10 17 481 1517007 minum-jus-daun-pepaya-bisa-mengobati-dbd-mitos-atau-fakta-g97v0tZfCM.jpg Jus daun pepaya hanya meningkatkan trombosit (Foto: Lifetransplanet)

DEMAM Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang dialami oleh masyarakat Indonesia, terutama di musim hujan. Meski sudah hampir setiap tahun banyak kasus, ada sejumlah mitos yang keliru di lingkungan masyarakat.

Karena itu, ada sejumlah mitos yang perlu Anda ketahui kebenarannya. Berikut mitos-mitos DBD yang selama ini keliru di lingkungan masyarakat seperti dikutip dari Star2, Senin (17/10/2016):

Mitos 1: Minum jus daun pepaya dapat menyembuhkan DBD

Tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit DBD. Daun pepaya memang telah terbukti meningkatkan jumlah trombosit dalam darah, namun bukan berarti bisa menyembuhkan DBD. Tahap pengobatan DBD adalah hidrasi, pemantauan ketat dan dukungan selama fase kritis penyakit.

Mitos 2: Hanya anak-anak dan orangtua yang berisiko terinfeksi DBD

Faktanya, semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin dan latar belakang berada pada risiko tinggi terkena DBD. Namun, sejumlah faktor membuat orang-orang tertentu bisa berisiko lebih tinggi terkena DBD, seperti obesitas, diabetes dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Mitos 3: Rumah saya bersih sehingga tidak berisiko terkena DBD

Selama ada tempat berkembang biak nyamuk, seperti air tergenang, maka Aedes aegypti dapat berkembang. Bahkan, nyamuk DBD dapat terbang dari rumah tetangga dengan jarak hingga 400 meter.

Seseorang yang terinfeksi DBD, terutama ketika tanpa gejala, bisa menjadi media penularan yang dapat menularkan ke orang lai tanpa diketahui. Tidak terbatas pada rumah, tetapi mereka bisa pergi ke sekolah atau di luar ruangan lainnya, sehingga semua orang berisiko terinfeksi.

Mitos 4: Ini tugas pemerintah untuk mengendalikan DBD

Faktanya, bukti global yang konklusif menunjukkan, penyakit DBD tidak pernah dapat dikendalikan dengan baik tanpa pemberdayaan dan peran masyarakat. Setiap individu dan masyarakat harus bekerjasama dengan pemerintah untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini