nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 TAHUN JOKOWI-JK: Peredaran Vaksin Palsu Teror Kesehatan Balita Indonesia

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 20 Oktober 2016 13:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 10 20 481 1519857 2-tahun-jokowi-jk-peredaran-vaksin-palsu-teror-kesehatan-balita-indonesia-BwGTAzcx9Q.jpg Peredaran vaksin palsu teror kesehatan balita (Foto: Ilustrasi)

BELUM lama ini, masyarakat dikagetkan dengan peredaran vaksin palsu. Tak ada yang menyangka, banyak balita menjadi korban vaksin palsu yang didapat dari sejumlah bidan dan rumah sakit.

Kasus ini berawal dari penggerebekan gudang pabrik pembuatan vaksin palsu di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pabrik tersebut memproduksi sejumlah vaksin palsu, mulai dari vaksin campak, polio, hepatitis B, tetanus, dan BCG.Vaksin palsu tersebut diperjualbelikan ke sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Selanjutnya, Bareskrim Mabes Polri membongkar jaringan vaksin palsu pada Juni 2016. Salah satu rumah yang digerebek adalah milik pasangan suami-istri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina di kompleks perumahan elit Kemang Pratama Regency, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Dari penggerebekan itu, penyidik menyita barang bukti berupa ribuan botol yang telah terisi cairan vaksin palsu. Sedangkan, tersangka lainnya berasal dari perusahaan distributor obat dan sejumlah dokter yang terlibat dalam peredaran vaksin palsu tersebut.

Beberapa selang waktu, terungkap juga klinik bidan pemakai vaksin palsu di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Nama bidan E sempat tenar akibat peredaran vaksin palsu ini.

Polisi saat menggelar barang bukti vaksin palsu (Foto: Okezone)

Tidak lama kemudian, Menteri Kesehatan RI Prof Nila F Moeloek dipanggil oleh DPR. Dalam pertemuan itu, Menkes membeberkan daftar nama rumah sakit, klinik dan bidan penerima vaksin palsu. Pun, dia membeberkan sembilan provinsi yang menjadi sasaran peredaran vaksin palsu.

(Foto: Antara)

Ada 14 rumah sakit swasta dan delapan klinik bidan yang diungkap menjadi pengguna vaksin palsu. Berikut daftar rumah sakit penerima vaksin palsu:

1. RS Dr Sander Batuna, Cikarang Utara, Bekasi

2. RS Bhakti Husada, Cikarang Utara, Bekasi

3. RS Sentra Medika, Cikarang, Bekasi

4. RSIA Puspa Husada, Tambun Selatan, Bekasi

5. RS Karya Medika, Cikarang Barat, Bekasi

6. RS Kartika Husada, Jatiasih, Bekasi

7. RSIA Sayang Bunda, Pondok Ungu Permai, Bekasi

8. RSU Multazam Medika, Tambun Selatan, Bekasi

9. RS Permata Bekasi

10. RSIA Gizar, Cikarang Selatan, Bekasi

11. RS St Elisabeth, Bojong Rawalumbu, Bekasi

12. RS Hosana Medica Lippo Cikarang 13. RS Hosana Medica Bekasi

14. RS Harapan Bunda, Ciaracas, Jakarta Timur

Selain rumah sakit, nama-nama bidan penerima vaksin palsu juga diumumkan. Berikut daftarnya:

1. Bidan Lia, Kp. Pelaukan Sukatani, Kabupaten Cikarang

2. Bidan Lilik, Perum Graha Melasti, Tambun, Bekasi

3. Bidan Klinik Tabina, Perum Sukaraya, Sukatani Cikarang, Kabupaten Bekasi

4. Bidan Iis, Perum Seroja, Bekasi

5. Klinik Dafa Dr. Baginda, Cikarang

6. Bidan Mega, Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi

7. Bidan M Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur

8. Klinik dr Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat.

Setelah terungkapnya daftar fasilitas kesehatan tersebut, masyarakat menjadi resah. Salah satu rumah sakit yang digeruduk oleh orangtua korban vaksin palsu yakni RS Harapan Bunda, Jakarta Timur.

Orangtua korban meminta pertanggungjawaban kepada manajemen rumah sakit atas kasus ini. Mendadak suasana rumah sakit menjadi 'panas' akibat peredaran vaksin palsu.

Pada saat itu, pihak rumah sakit pun berjanji memberikan vaksin ulang kepada anak-anak yang menjadi korban. Di sinilah pemerintah pun turun tangan dalam menangani kasus peredaran vaksin palsu.

Ya, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan RI Prof Nila F Moeleok mendatangi puskesmas di kawasan Ciracas, Jakarta Timur untuk menyaksikan langsung kegiatan vaksin ulang. Banyak orangtua mengantar anaknya untuk mendapat vaksin baru.

Presiden Jokowi dan Menkes tinjau vaksin ulang di Ciracas (Foto: Kemenkes)

Kementerian Kesehatan RI mendirikan posko vaksin ulang agar memudahkan masyarakat. Posko dibuka di RS Harapan Bunda, RSU Ciracas, dan sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Presiden Jokowi menanggapi bahwa kasus peredaran vaksin palsu ini merupakan satu kejahatan luar biasa. Dampaknya akan sangat berpengaruh pada kelangsungan generasi yang akan datang.

"Kita kan tau misalnya anak-anak dianggap sudah divaksin polio, ternyata palsu, ternyata belum. Berbahaya sekali, ini kejahatan luar biasa sekali. Berbahaya sekali," ujar Jokowi, beberapa waktu lalu.

Presiden ketujuh ini mengutus Kapolri dan Kementerian Kesehatan RI untuk mengusut kasus vaksin palsu yang ternyata sudah berjalan selama 13 tahun. Dia meminta agar pelaku kejahatan vaksin palsu ini dihukum seberat-beratnya.

"Untuk hukumannya, betul-betul jangan terulang lagi, berikan hukuman seberat-beratnya. Baik pada yang produksi, mengedarkan, memasarkan, semuanya," katanya.

Hari ini, Rabu (20/10/2016) Pengadilan Negeri Bekasi menggelar sidang terkait vaksin palsu. Hakim diminta untuk segera mengadili 19 pelaku kejahatan yang sudah membohongi masyarakat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini