nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WORLD OSTEOPOROSIS DAY: Terungkap Alasan Wanita Lebih Rentan Mengalami Osteoporosis

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Kamis 20 Oktober 2016 22:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 20 481 1520454 world-osteoporosis-day-terungkap-alasan-wanita-lebih-rentan-mengalami-osteoporosis-R6ynYTshSj.jpg Ilustrasi (Foto: Texasinjuriclinic)

PERNAH melihat tinggi badan nenek atau kakek Anda? Perubahan tinggi badan yang kian menyusut dari waktu ke waktu, terutama di usia 45 tahun ke atas merupakan tanda terjadinya osteoporosis.

Dr. dr. Franky Hartono, SpOT(K), sepesialis ortoperdi dan traumatologi, mengatakan, tulang memiliki tahapan dari tahap pertumbuhan dan pengurangan kepadatannya. Tulang mengalami tahap pertumbuhan pada usia 0 sampai 18 - 20 tahun pada laki-laki. Sedangkan, 0 sampai 16 - 18 tahun pada perempuan.Pada usia 30 tahun, tulang mencapai kepadatan tertinggi. Kemudian tahap penurunan kepadatan tulang di usia 40 tahun secara perlahan-lahan.

"Dimulai dari umur 45 tahun, mengalami penurunan secara signifikan. Terutama pada wanita, karena peran estrogen penting sekali dalam metabolisme tulang. Jadi, pada wanita menopause yang mana estrogennya sudah menurun, makanya terjadi pengeroposan tulang," ujar dr Franky dalam diskusi media di sebuah rumah sakit Jakarta Barat, Kamis (20/10/2016).

Mengapa bisa ada penurunan dan penambahan? Hal ini tak lepas dari dua sel utama yang ada di tulang kita. Osteoblas, dimana sel ini akan memproduksi tulang. Sedangkan osteoklas yang menggali dan membuat tulang menjadi keropos, dr Franky menjelaskan.

"Osteoklas mulai menggali tulang dan osteoblas yang memproduksi atau menambah. Pada usia lewat dari 40 tahun ke atas, peran dari osteoklas lebih dominan dibandingkan osteoblas, maka terjadi pengurangan massa tulang. Osteoporosis terjadinya apabila osteoklas lebih dominan dibandingkan osteoblas," lanjutnya.

Siapa saja bisa mengalami osteoporosis, terutama di masa tua. Hal ini tak lepas dari beragam faktor yang mendasari seseorang mengalami osteoporosis. Menurut dr Franky, terdapat dua faktor, yakni faktor yang tidak dapat diubah dan diubah.

"Ada faktor-faktor yang tidak bisa diubah, ada juga faktor-faktor yang bisa kita pengaruhi. Misalnya usia, jenis kelamin wanita, menopause, riwayat keluarga, postur kecil atau berat badan rendah," ungkapnya.

Sedangkan, faktor yang bisa diubah antaralain dari faktor makanan, seperti kalsium, buah, protein. Kurang berolahraga, rokok dan alkohol juga faktor yang seharusnya dapat diperbaiki mencegah terjadinya osteoporosis.

"Mereka yang masih di umur belum mengalami penurunan tulang, segeralah berusaha menambah massa tulangnya dengan makan, olahraga, dan kena sinar matahari," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini